Lonjakan Mendadak Pasien Perlu Diantisipasi Rumah Sakit Rembang

Kamis, 24 Juli 2014 | 16:31 WIB
Seorang pasien di UGD atau Unit Gawat Darurat RSUD R Soetrasno Rembang.

Seorang pasien di UGD atau Unit Gawat Darurat RSUD dr R Soetrasno Rembang.

REMBANG, MataAirRadio.net – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Rembang diminta menyiapkan langkah antisipasi terhadap lonjakan mendadak pasien di UGD atau Unit Gawat Darurat. Permintaan ini dilontarkan Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz saat menginspeksi RSUD dr R Soetrasno, Kamis (24/7) pagi.

Menurut Hafidz, Jalur Pantura Rembang selama ini cukup rawan kecelakaan. Meski tidak terbersit harapan terjadi kecelakaan, namun pihak rumah sakit di kabupaten ini, tetap harus bersiap, baik secara obat, ketersediaan tempat tidur di UGD, dan tenaga yang menangani.

Plt Bupati mewanti-wanti, jangan sampai terjadi “over” pasien di UGD atau hingga sampai kehabisan tempat. Kendati pasien sudah ditangani tim medis, di masa setelah itu, pasien dan pendampingnya tetap harus merasa diperhatikan serta tertangani secara cepat.

Hafidz mengungkapkan, belum lama ini, pernah terjadi “over” pasien di UGD rumah sakit daerah. Ketika itu ada 12 orang pasien masuk, sementara UGD tinggal mampu menampung delapan pasien, pada saat yang bersamaan. Akibatnya ada empat pasien yang mengantre dan ini tak boleh terjadi bagi pemudik.

Plt Bupati mengklaim sudah berupaya untuk membuat nyaman pemudik dalam perjalanan melintasi Rembang. Dia mencontohkan, ketika ada seorang yang menumpang bus dan merasa hendak bersalin ketika melalui Pantura Rembang, mereka yang ada di pos terdekat, segera memberikan pertolongan.

Keberadaan pos mudik dan balik lebaran diyakini akan membantu masyarakat dalam perjalanan. Khusus untuk pusat layanan kesehatan, Hafidz memantau pula kesiapan di Puskesmas Kragan II. Semua puskesmas di Jalur Pantura diminta siaga untuk melayani pemudik.

Selain menginspeksi rumah sakit dan puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan, pihak Pemkab Rembang juga memantau kesiapan pos mudik dan balik lebaran, mulai dari Kaliori hingga Kragan. Hasil pantauan menunjukkan, semua pos telah siap baik dari sisi personel maupun kelengkapan.

Pemkab menyiagakan 32 dokter puskesmas, 230 perawat puskesmas, dan 24 ambulance untuk mengkaver empat pos simpatik dan dua pos pelayanan pada sepanjang Jalur Pantura Rembang. Mereka bersiaga, setidaknya mulai H-7 hingga H+7 lebaran. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan