Pascarenovasi, Kunjungan ke Situs Perahu Kuno Masih Sepi

Sabtu, 14 April 2018 | 18:55 WIB

Situs perahu kuno Punjulharjo setelah penataan, baru-baru ini. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kunjungan wisata ke situs perahu kuno di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang terpantau masih sepi.

Padahal objek wisata ini baru tuntas direnovasi dan dilakukan pengembangan lanskap.

Pengembangan lanskap ini berupa penataan taman, jalan menuju situs, serta parkiran dan toilet.

Lokasi situs ini pun menjadi tampak lebih nyaman karena tersedia tempat untuk berteduh dan beristirahat.

M Iksan, juru pelihara yang ditunjuk oleh pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah menyatakan, jumlah pengunjung memang bertambah, tetapi masih terbilang sepi.

“Satu bulan ini, jumlah pengunjung 800 orang. Sebelumnya, jumlah pengunjung rata-rata 600 orang per bulan. Sekian ya masih tergolong sepi,” katanya.

Mereka yang berkunjung biasanya foto-foto atau melakukan penelitian. Saat ini, pengelolaan masih di tangan Pemerintah Pusat.

“2019 atau 2020 nanti pengelolaannya diserahkan ke pemerintah kabupaten,” terangnya.

Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang Winaryu Kutsiyah mengatakan, pengembangan situs perahu kuno memang wewenang Pemerintah Pusat.

“Kalau untuk mempromosikan pasti kami promosikan selama memenuhi standar kelayakan sebuah objek wisata,” katanya.

Menurutnya, jangan sampai wisatawan kapok berkunjung, gara-gara objek wisata belum siap.

Situs Perahu Kuno yang usianya lebih tua dari Candi Borobudur ini ditemukan oleh warga Desa Punjulharjo pada Sabtu 26 Juli 2008 silam.

Dari hasil uji karbon di Florida, Amerika Serikat pada tahun 2012, perahu ini dinyatakan berasal dari abad ke-7 atau era Mataram Hindu.

Hasil uji juga mengukuhkan bahwa perahu itu sebagai situs arkeologi kelautan tertua dan terutuh yang pernah ditemukan di Indonesia, sekaligus menjadi penemuan terlengkap di Asia Tenggara.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan