Pasarbanggi Perlu Susun Perdes Pengelolaan Hutan Mangrove

Saturday, 14 June 2014 | 17:14 WIB
Gubernur Jawa Tengah saat melintasi jogging track kawasan Hutan Mangrove Pasarbanggi, Senin (9/6) pagi. (Foto:Bagian Humas Setda Rembang)

Gubernur Jawa Tengah saat melintasi jogging track kawasan Hutan Mangrove Pasarbanggi, Senin (9/6) pagi. (Foto:Bagian Humas Setda Rembang)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pihak Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang perlu segera menyusun peraturan desa atau perdes tentang pengelolaan hutan mangrove di desa setempat. Menurut pihak Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang, perdes itu diperlukan apabila hutan mangrove di Desa Pasarbanggi hendak dikembangkan menjadi salah satu objek wisata pesisir.

Kepala BLH Kabupaten Rembang Purwadi Samsi mengatakan, saat penyusunan perdes, sejumlah kekurangan akan bisa terdata. Misalnya akses jalan yang sempat mencuat sebagai kendala pengembangan wisata hutan mangrove, bisa dipetakan solusinya.

Purwadi berharap agar pada tahap awal, hutan mangrove ini bisa dikelola dulu oleh desa. Sembari melakukan penyusunan perdes, nantinya tetap akan dilakukan pembinaan dan penggarapan hutan mangrove agar semakin menarik. Bisa saja dengan menambah panjang “jongging track” atau arena pejalan kaki dan menarik lebih banyak kegiatan penelitian atau pembelajaran di areal tersebut.

Menurut Purwadi, hutan mangrove di Dusun Kaliuntu Desa Pasarbanggi memang potensial dikembangkan sebagai objek wisata andalan di kawasan pesisir. Dia menyebut, total luasan hutan mangrove di pesisir desa setempat mencapai 20 hektare.

Jenis mangrove yang dikembangkan pun diklaim lebih komplit dibandingkan yang ada di Pekalongan. Namun memang ada beberapa yang masih belum menyatu dengan bakau lainnya, karena persoalan umur tanaman.

Purwadi juga mengatakan, kendala yang paling mencolok dan perlu segera diselesaikan adalah penataan akses jalan menuju hutan mangrove. Saat ini akses ke hutan mangrove masih berupa jalan tambak setapak, sehingga perlu diperlebar. Sayangnya, jika dilebarkan, maka tambak warga akan termakan.

Gubernur Ganjar Pranowo meminta kepada Plt Bupati Rembang, agar membantu mencarikan solusi mengenai kendala akses menuju hutan mangrove Pasarbanggi. Purwadi percaya kawasan hutan mangrove bisa menjadi “trigger” atau pemicu kemandirian masyarakat desa setempat.

Kepala Desa Pasarbanggi Rasno mengaku akan segera berkonsultasi dengan Pemkab Rembang untuk menyusun perdes tentang pengelolaan hutan mangrove. Hingga Sabtu (14/6) ini, pihak Desa Pasarbanggi baru memiliki perdes tentang pengelolaan lingkungan. Perdes ini diakuinya belum membahas secara rinci pengelolaan kawasan hutan mangrove menjadi objek wisata. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan