Pasar Batik Tulis Lasem Lesu Awal Tahun

Kamis, 7 Januari 2016 | 14:03 WIB
Sejumlah pekerja di industri kerajinan batik tulis lasem milik Rifai, warga Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur, Selasa (15/12/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Sejumlah pekerja di industri kerajinan batik tulis lasem milik Rifai, warga Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur, Selasa (15/12/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

LASEM, mataairradio.com – Pasar batik tulis lasem pada awal tahun ini disebut lesu oleh para perajin.

Menurut mereka ada tiga faktor yang menjadi penyebabnya antara lain karena sepinya jadwal pameran dan minimnya pesanan dari kalangan birokrat.

Ketua Klaster Batik Tulis Lasem Rifai, Kamis (7/1/2016) pagi juga menyebutkan, satu faktor lainnya adalah musim penghujan sehingga masyarakat di perdesaan membelanjakan uangnya di sektor pertanian.

“Tren lesunya pasar batik tulis lasem di awal tahun ini, sekaligus melanjutkan kelesuan di tahun 2015,” katanya kepada reporter mataairradio.

Rifai menjelaskan, sepinya permintaan pasar di awal tahun, dimanfaatkan oleh perajin untuk menumpuk stok dan berburu ilmu baru.

Perburuan ini akan dilakukan dengan mendatangi Bali pada Februari nanti, untuk menyibak peluang pemasaran secara nyata dan lebih dekat di Pulau Dewata.

“Kalau sedang sepi begini, ya kita nyetok dan manfaatkan waktu buat belajar. Ini teman-teman perajin ada rencana ke Bali, Februari nanti. Tak untuk sekadar liburan, tapi belajar agar tahu peluang (pasar) di sana,” terangnya.

Di awal tahun ini pun, menurutnya, ada pula perajin yang memanfaatkannya untuk menyelesaikan pesanan tahun lalu. Ia mengakui, pasar batik tulis begitu lesu pada tahun kemarin.

“Namun sempat ada lonjakan permintaan di akhir tahun seiring dengan musim libur panjang. Jadi, ada juga yang menyikapi awal tahun untuk mengerjakan pesanan tahun lalu yang belum beres,” tegasnya.

Sementara itu, mengenai dampak penurunan harga BBM terhadap potensi gairah pasar batik tulis lasem, Rifai menyebut, masih belum tampak.

“Belum tampak pengaruhnya (penurunan harga BBM terhadap industri kerajinan batik tulis lasem),” ungkapnya.

Ia hanya menyimpan optimisme, geliat pasar pada tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun kemarin.

Keyakinan itu menurutnya didasari oleh mulai bergulirnya pasar bebas ASEAN, yang memungkinkan perajin mengakses pemasaran secara lebih luas dan menjanjikan.

Hanya saja, ia menyadari, optimisme itu perlu diimbangi dengan inovasi dan kreativitas dari para perajin.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pu jianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan