Empat Parpol di Rembang Belum Ajukan Dana Bantuan

Rabu, 6 Agustus 2014 | 16:59 WIB
Bendera Parpol

Bendera Parpol

REMBANG, MataAirRadio.net – Empat partai politik peserta Pemilu 2009 hingga Rabu (6/8) pagi masih belum mengajukan dana bantuan parpol kepada Pemkab Rembang via Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat atau Kesbangpolinmas. Empat parpol ini adalah PKB, PKS, PKNU, dan PPRN.

Mestinya ada 11 partai politik di Kabupaten Rembang yang bisa dialokasi dana bantuan parpol periode Januari hingga Juli 2014. Jumlah dana bantuan pada periode tersebut totalnya mencapai Rp887 juta. Kepala Kantor Kesbangpolinmas Kartono berharap kepada empat parpol tersebut segera mengusulkan.

Dia menjelaskan, dana bantuan parpol tersebut penting untuk pendidikan politik konstituen dan membantu urusan logistik parpol. Kartono membeberkan bahwa berdasarkan pengalaman tahun 2013, hanya Golkar yang tidak mencairkan dana bantuan karena pertanggungjawaban tahun 2012 tidak beres.

Kartono menambahkan, usulan bantuan bagi keempat parpol tersebut mestinya sudah harus diterimanya pada 31 Juli kemarin. Pihaknya memberi waktu kepada mereka hingga pertengahan bulan Agustus ini. Sebelum ada proposal, pihaknya memastikan tidak akan mencairkan dana bantuan.

Dia menyebutkan, besarnya dana bantuan parpol didasarkan pada hasil perolehan suara masing-masing partai politik yang menempatkan wakilnya di DPRD Rembang. Harga per suara tetap sama yakni Rp2.853. Partai Demokrat menjadi parpol yang mendapat bantuan paling besar, sedangkan PPRN yang paling kecil.

Disebutkannya pula bahwa perhitungan dana bantuan parpol bagi anggota DPRD yang baru akan dilakukan setelah mereka dilantik. Melalui Pemilu 2014, PPP akan mendapat dana bantuan terbesar hingga pertengahan tahun 2019.

Kartono menegaskan, partai politik yang tak menempatkan wakilnya di parlemen melalui Pemilu 2014, tidak dialokasi bantuan. PBB dan PKPI adalah dua parpol yang tidak menempatkan satu pun wakilnya di parlemen. Secara ambang batas parlemen secara nasional pun mereka tidak mencapai 3,5 persen. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan