Panwaslu Rembang Endus Caleg Main Uang di Lokasi Pasca-Bencana

Minggu, 2 Februari 2014 | 18:02 WIB
Rumah rusak akibat tanah gerak terjadi ketika hujan turun lebat disertai angin kencang pada Selasa (21/1) kemarin di Desa Lemah Putih Kecamatan Sedan. (Foto:Ilyas)

Rumah rusak akibat tanah gerak terjadi ketika hujan turun lebat disertai angin kencang pada Selasa (21/1) kemarin di Desa Lemah Putih Kecamatan Sedan. (Foto:Ilyas)

REMBANG, MataAirRadio.net – Panitia Pengawas Pemilu atau Panwaslu Kabupaten Rembang mengendus aksi para calon anggota legislatif atau caleg yang memanfaatkan pemberian bantuan barang atau uang dengan diselingi kampanye kepada korban pasca-bencana.

Bencana banjir dan tanah longsor terjadi di beberapa daerah di kabupaten ini pada Januari kemarin, sehingga berpotensi untuk komoditas politik. Hingga Minggu (2/2) pagi, Panwaslu Rembang memang belum mendapat laporan resmi. Namun informasi praktik kampanye di lokasi pasca-bencana sudah mengalir dan sedang didalami.

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo mewanti-wanti caleg dan parpol agar tidak melakukan kampanye yang menjurus pada aksi politik uang di lokasi pasca-bencana. Pihaknya tidak melarang pemberian bantuan kepada korban pasca-bencana. Namun mestinya tidak disertai embel-embel atau ajakan untuk memenangkan caleg atau parpol tertentu di Pemilu nanti.

Selain mengendus adanya caleg yang main uang atau barang dibalut kampanye di lokasi pasca-bencana, Panwaslu Rembang juga mencium bau ketidaknetralan kades dan perangkat desa serta PNS pada Pemilu 2014.

Khusus untuk kades, Panwaslu sudah pernah membubarkan pertemuan pemenangan salah satu caleg yang dilangsungkan di rumah seorang kepala desa di Kecamatan Sedan. Kades ini disinyalir malah menjadi tim sukses salah satu calon anggota dewan.

Atas kasus yang seperti itu, Muchlis Ridlo menekankan pentingnya netralitas seorang kades maupun perangkat desa. Aparat desa wajib steril dari politik praktis. Panwaslu menyatakan khawatir, aksi kades yang tidak netral, kembali memunculkan perpecahan di kalangan warga.

Panwaslu Rembang kini tengah memproses temuan kasus PNS berinisial HS yang diduga melakukan kampanye aktif dalam sebuah rapat di Gedung Koperasi Pegawai Republik Indonesia(KPRI) Sumber. Langkah klarifikasi kepada HS sudah dilakukan, dan hasilnya akan dibeber di pekan depan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan