Panwaslu Anggap Pilpres di Rembang Lebih Rawan Dibandingkan Pileg

Sabtu, 31 Mei 2014 | 14:30 WIB
Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo. (Foto Citizen)

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo. (Foto Citizen)

REMBANG, MataAirRadio.net – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Rembang menganggap Pemilu Presiden-Wakil Presiden lebih rawan dibanding dengan Pemilu Legislatif 9 April kemarin.

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo mengatakan, dari sisi regulasi dan partai pengusung, ada sejumlah kerawanan yang lebih dibandingkan saat Pileg kemarin. Dari sisi regulasi, Panwaslu menganggap Peraturan KPU Nomor 16 Tahun 2014 tentang Kampanye Pilpres banyak membatasi ruang gerak.

Panwaslu dan Satpol PP tidak memiliki kewenangan untuk menertibkan atribut kampanye di masa tenang. Penertiban ini dikembalikan pada partai politik atau tim kampanye pasangan capres-cawapres di Kabupaten Rembang. Sementara dari partai pengusung, rawan memunculkan gesekan di lapangan mengingat kekuatan mereka yang kini sepadan.

Komisioner KPU Kabupaten Rembang Maftuhin mengakui, ada perbedaan ketentuan mengenai penertiban alat peraga kampanye Pilpres 9 Juli mendatang. Dia pun mengakui, penertiban atribut kampanye oleh parpol atau tim kampanye berpotensi tak efektif.

Menurut Maftuhin, kinerja penertiban itu bisa jadi lambat. Namun pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi dengan pengiriman surat kepada tim kampanye atau parpol pengusung pasangan capres-cawapres.

Jika masih terdapat kesengajaan dalam menunda penertiban atribut kampanye pada masanya nanti, maka di saat-saat terakhir tetap akan ada aksi penertiban dari Satpol PP dan Panwaslu Kabupaten Rembang. Paling tidak sehari sebelum coblosan, atribut kampanye wajib steril.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan mengaku segera meminta bantuan tambahan 30 orang personel Brimob dari Pati untuk pengamanan Pilpres. Jumlah TPS yang tidak sebanding dengan jumlah personel polisi menjadi dasar Polres Rembang meminta tambahan bantuan.

Pihaknya melipatkan tingkat pengamanan pada wilayah yang berpenduduk besar, meski daerah-daerah rawan belum dipetakan. Kapolres mengaku mengerahkan 456 personel polisi dari internal Polres Rembang dan ditambah 30 personel Brimob untuk mengamankan Pilpres. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan