Panwaslu Minta Guru di Rembang Tak Biarkan Surat Prabowo Beredar

Rabu, 2 Juli 2014 | 15:51 WIB

 

Ketua Panwaslu Rembang Muchlis Ridlo, Jumat (27/6) pagi menunjukkan tabloid Obor Rakyat yang disita dari Pesantren Anwarus Sholihin Kragan. (Foto:Pujianto)

Ketua Panwaslu Rembang Muchlis Ridlo, Jumat (27/6) pagi menunjukkan tabloid Obor Rakyat yang disita dari Pesantren Anwarus Sholihin Kragan. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Rembang meminta kepada para guru di daerah ini untuk tidak membiarkan surat permohonan dukungan terhadap Prabowo Subianto sebagai calon presiden, beredar di sekolah.

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo mengancam akan langsung mengamankan surat tersebut, jika menemukannya di lapangan. Bawaslu telah mengategorikan surat Prabowo itu sebagai bentuk pelanggaran administratif Pilpres.

Hanya saja, sampai dengan Rabu (2/7) siang, Panwaslu belum menemukan peredaran surat Prabowo ini di Kabupaten Rembang. Di sejumlah daerah, di balik surat ini juga terselip uang yang ditengarai sebagai “money politic”. Warga bisa menginformasikan ke Panwaslu jika menemui peredaran surat ini.

Sementara itu, kemungkinan beredarnya surat Prabowo di Rembang diantisipasi oleh kubu tim pemenangan pasangan Jokowi-JK. Sekretaris Tim Jokowi-JK di Kabupaten Rembang Ridwan mengaku akan menangkal peredaran surat Prabowo melalui pergerakan relawan.

Bahkan, pihaknya juga telah menyiapkan relawan khusus penangkal politik uang pada saat Pilpres 9 Juli nanti. Meski menyiapkan antisipasi menghadapi surat Prabowo, namun kubu Jokowi-JK yakin, para guru yang mendukung pasangan nomor urut 2 ini, tidak akan goyah.

Menurut Ridwan, guru dianggap sebagai figur yang bisa jernih membedakan mana pemimpin yang layak dan yang tidak. Dia mengklaim, pasangan Jokowi-JK banyak didukung kalangan guru di kabupaten ini.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini meminta kepada Bawaslu agar mengusut dan menelusuri kasus surat Prabowo sampai tuntas. Hal ini agar polemik mengenai surat Prabowo bisa segera diakhiri dan asal muasal surat serta yang bertanggung jawab atas surat ini, bisa segera diketahui.

Menurut Titi, persoalan surat Prabowo terletak pada masuknya media kampanye pada institusi pendidikan yang mestinya netral dan terbebas dari aktivitas politik. Jika pasangan Prabowo ingin menyasar para guru, semestinya dilakukan melalui ranah pribadi dan tidak melalui pengunaan instrumen pendidikan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan