Panwascam dan PPL di Rembang Protes Pemangkasan Masa Tugas

Sabtu, 28 Juni 2014 | 17:15 WIB
Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo. (Foto Citizen)

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo. (Foto Citizen)

REMBANG, MataAirRadio.net – Anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Panitia Pengawas Lapangan atau PPL di Kabupaten Rembang memprotes pemangkasan masa tugas pengawasan. Sebelumnya, sesuai SK, mereka akan bertugas hingga September, namun kini dipangkas menjadi sampai Agustus 2014 saja.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo mengaku sempat ada gejolak dari sebagian anggota panwas di level kecamatan dan desa. Umumnya, mereka menyayangkan pemangkasan ini karena surat keputusan tentang masa tugas sudah terlanjur dibuat.

Pihaknya pun langsung memberi penjelasan kepada jajaran di tingkat bawah, bahwa kebijakan tersebut berasal dari Bawaslu. Solusinya, kata Muchlis, akan segera diterbitkan surat keputusan perubahan menyangkut masa tugas.

Pihak Panwaslu menerangkan, pemangkasan masa tugas personel pengawas di tingkat kecamatan dan desa, bermula dari usulan DPR. Pemerintah mencanangkan efisiensi anggaran untuk menutup defisit APBN.

Selain itu, alasan lain pemangkasan honor adalah adanya asumsi bahwa Pilpres 2014 akan berlangsung satu putaran. Namun dia menegaskan bahwa asumsi tersebut bukan versi Panwaslu atau Bawaslu, melainkan dari Pemerintah.

Tak hanya penjelasan dari Panwaslu Kabupaten Rembang, persoalan pemangkasan masa tugas juga ditanggapi oleh Ketua Bawaslu Jawa Tengah Abhan Misbah. Tanggapan ini akhirnya meredam gejolak di tingkat Panwascam dan PPL.

Pihak Panwaslu Kabupaten Rembang mengklaim, persoalan mengenai pemangkasan masa tugas Panwascam dan PPL tak sampai berdampak pada penurunan kinerja pengawasan. Buktinya, saat ini personel Panwascam sedang terlibat dalam pengawasan distribusi logistik Pilpres.

Sabtu (28/6) pagi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Rembang memang mulai mengirimkan logistik berupa surat suara Pilpres ke tingkat kecamatan. Panwas di masing-masing kecamatan bertugas mengawasi pengesetan surat suara sebelum dikirim ke PPS di setiap desa. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan