Panwas Tangani 8.711 Temuan di Proses Pilkada

Sabtu, 14 November 2015 | 17:48 WIB
Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto. (Foto: Pujianto)

Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Rembang sudah menangani 8.711 temuan dan laporan masyarakat atas proses pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang tahun 2015.

Temuan dan laporan itu mengalir sejak Panwas Pilkada dilantik 10 Mei silam hingga 5 November lalu.

Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto mengungkapkan, dari temuan dan laporan sebanyak itu, sebagian besar terkait dengan daftar pemilih.

“Selebihnya menyangkut dugaan ketidaknetralan kepala desa, poster KPU bergambar garuda merah, dan pidana pemalsuan TNKB mobil,” ungkap dia.

Panwas Pilkada sudah menangani temuan dan laporan itu. Temuan daftar pemilih yang bermasalah misalnya, sudah langsung direkomendasikan ke KPU.

“Demikian juga dengan temuan penyelenggara pemilih yang tidak memenuhi syarat, sudah direkomendasikan agar diganti,” tandasnya.

Mengenai dugaan ketidaknetralan Kades Kabongan Kidul Kecamatan Rembang dan Kades Binangun Kecamatan Lasem, Totok menyatakan sudah melakukan klarifikasi.

Kades Kabongan Kidul diduga tidak netral setelah berfoto selfie di sebuah kedai kopi dengan calon wakil bupati Bayu Andriyanto.

Sementara Kades Binangun diadukan oleh seorang anonim setelah muncul akun facebook dengan nama Kades Mbinangun yang kampanye untuk pasangan Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto.

“Untuk kasus foto selfie Kades Kabongan Kidul (dengan menunjukkan tiga jari), dinyatakan tidak terbukti karena ketika itu hanya sekadar selfie saja. Tidak terlibat aktif kampanye,” katanya.

Adapun soal akun facebook dengan nama Kades Mbinangun, juga tidak terbukti, karena akun tersebut abal-abal.

“Kalau yang akun facebook ‘Kades Mbinangun’ itu bukan milik Kades Binangun. Hasil klarifikasi kami, yang bersangkutan tidak aktif facebook-an,” bebernya.

Mengenai laporan poster garuda merah, Panwas sudah merekomendasi KPU agar menarik dan menghentikan peredarannya. Sedangkan kasus TNKB palsu, sudah ditangani polisi.

“Kalau yang TNKB palsu yang digunakan oleh pendukung calon wakil bupati Kuntum Khairu Basa, itu sudah kami limpahkan ke Polres Rembang. Kami belum menerima hasil perkembangan penanganan kasusnya,” tandasnya.

Totok menambahkan, karena proses Pilkada Rembang masih terus berlangsung, sampai hari pelaksanaan coblosan 9 Desember mendatang, maka jumlah temuan maupun laporan dugaan pelanggaran, berpotensi bertambah.

“Kami pastikan menindaklanjuti tiap laporan yang valid,” tambahnya.

Terhadap temuan dan laporan dugaan pelanggaran, baik oleh pasangan calon, tim kampanye, maupun kades atau PNS, Panwas Pilkada selalu lebih dulu mengkajinya secara internal sebelum dilimpahkan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Rembang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan