Panwas Proses Laporan Soal Timses Duduki BUMD

Sabtu, 21 November 2015 | 16:40 WIB
Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto. (Foto: Pujianto)

Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Rembang menyatakan memproses laporan masyarakat soal adanya bagian dari tim sukses pasangan calon tertentu yang menduduki jabatan di badan usaha milik daerah (BUMD).

Laporan itu dilayangkan oleh Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Rembang.

Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto mengaku punya waktu lima hari sejak menerima laporan tersebut pada Kamis 19 November lalu, untuk menindaklanjuti.

“Kami punya waktu lima hari untuk menindaklanjuti laporan dari Lespem,” terangnya.

Menurutnya, laporan tentang tim sukses yang masih menduduki jabatan di BUMD, pernah dilaporkan oleh tim kampanye pasangan calon yang lain.

Namun jika kini ada anggota masyarakat yang melapor lagi, Totok hanya meminta kepada yang bersangkutan agar mempercayakan pada Panwas.

“Kami minta agar proses atas laporan ini dipercayakan kepada kami; panwas,” tandasnya.

Koordinator Lespem Rembang Bambang Wahyu Widodo mengaku hanya sekadar meneruskan pengaduan masyarakat kepadanya.

“Saya hanya meneruskan laporan masyarakat, yang intinya apakah seorang pengawas di BUMD dibenarkan menjadi tim sukses atau tim kampanye pasangan calon kepala daerah,” katanya.

Atas laporannya, ia mengaku sudah dipanggil panwas untuk diminta klarifikasi. Namun Bambang tidak menyebut hasil klarifikasinya karena panwas lah yang nanti akan menyampaikan hasil klarifikasi laporannya kepada publik.

Selain kepada panwas, Bambang sempat menyampaikan salinan laporannya kepada pihak kepolisian. Tujuannya untuk sebatas tahu, sehingga tidak berarti melaporkan orang yang bersangkutan kepada polisi.

“Saya berharap, panwas menyikapi laporannya secara obyektif, agar masyarakat terang,” tegasnya.

Sebelumnya, Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Rembang sudah menangani 8.711 temuan, termasuk laporan masyarakat atas proses pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang tahun 2015.

Temuan dan laporan mengalir sejak Panwas dilantik 10 Mei silam hingga 5 November lalu.

Dari temuan dan laporan sebanyak itu, sebagian besar terkait dengan daftar pemilih, sedangkan selebihnya menyangkut dugaan ketidaknetralan kepala desa dan sekretaris desa, poster KPU bergambar garuda merah, serta pidana pemalsuan TNKB mobil.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan