Panwas Pilkada “Utang” Tiga Bulan Honor PPL

Friday, 23 October 2015 | 17:52 WIB
Lambang Panwaslu Kabupaten Rembang.

Lambang Panwaslu Kabupaten Rembang.

 

REMBANG, mataairradio.com – Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Rembang masih mengutang tiga bulan honor petugas pengawas lapangan (PPL) yang jumlahnya 294 orang.

Honor PPL yang belum dibayar itu masing-masing untuk bulan Agustus, September, dan Oktober 2015.

Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto, Jumat (23/10/2015) siang mengatakan sering dicurhati oleh para PPL saat terjun membina mereka di tingkat kecamatan.

“Beberapa dari mereka mengeluh karena belum membayar bon di toko fotokopi,” bebernya kepada mataairradio.

Totok mengaku tidak bisa menjawab banyak setiap kali diberondong pertanyaan tentang kapan honor mereka dibayar. Sebab panwas saja juga mesti mencari tombokan ketika harus menggelar acara.

“Tambahan anggaran dari Pemerintah, belum bisa dicairkan,” jelasnya.

Kebutuhan anggaran per bulan hanya untuk honor bagi 294 PPL mencapai Rp147 juta. Jika kali tiga bulan, maka jumlah tanggungan panwas ke PPL, tembus Rp441 juta.

“Kami tinggal berharap agar APBD Perubahan 2015 yang baru saja dievaluasi Gubernur, bisa segera dicairkan,” tandasnya.

Dia mengaku sudah mengontak pihak Pemkab Rembang melalui sekretariat panwas.

“Belum ada kepastian kapan bisa dicairkan, apakah pada akhir Oktober ini atau malah November mendatang,” tegasnya.

Di satu sisi, Totok mengaku kasihan, karena kewajiban sudah mereka penuhi, tapi haknya malah belum diberikan.

Namun di lain sisi, dia justru salut, karena meskipun honor mereka terutang, kerja pengawasan masih jalan.

“Buktinya, mereka masih rajin menyetor progress pengawasan,” katanya.

Totok menegaskan, pihaknya menunggu saja kapan pencairan dana untuk membayar honor PPL.

Dia menyatakan tidak akan mengerahkan PPL untuk mengadakan unjuk rasa, hanya karena honor belum terbayar.

Pihaknya sudah berpesan kepada PPL agar meniatkan pengabdian sebagai petugas pengawas lapangan, tidak semata demi honor.

Menurutnya pesan itu diindahkan karena buktinya PPL belum bubar meski tiga bulan belum dibayar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan