Panwas Pilkada Rembang Pusing Belum Punya Kantor

Rabu, 6 Mei 2015 | 16:58 WIB
Anggota Panwaskab Rembang (mulai dua dari kiri) Eko Pulung Danudoro, Budi Handayani, dan Totok Suparyanto, berfoto bersama Komisioner KPU Rembang Adib Ulinnuha (paling kiri) dan Ketua DPRD Rembang Majid Kamil (paling kanan), seusai dilantik di Hotel Patra Jasa Semarang, Selasa 28 April 2015. (Foto: Facebook Eko Pulung)

Anggota Panwaskab Rembang (mulai dua dari kiri) Eko Pulung Danudoro, Budi Handayani, dan Totok Suparyanto, berfoto bersama Komisioner KPU Rembang Adib Ulinnuha (paling kiri) dan Ketua DPRD Rembang Majid Kamil (paling kanan), seusai dilantik di Hotel Patra Jasa Semarang, Selasa 28 April 2015. (Foto: Facebook Eko Pulung)

 

 
REMBANG, mataairradio.com – Belum selesai dengan persoalan terkait minimnya anggaran kepengawasan, Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Rembang 2015 kini pusing karena hingga Rabu (6/5/2015) ini, belum punya kantor.

Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto mengaku terpengaruh dengan belum adanya kantor. Sejauh ini dia “ngantor” di lapangan, sehingga tidak jelas.

“Jadi karena nggak punya kantor, kadang, saya langsung meluncur ke KPU untuk melakukan pengawasan atau mempersiapkan tahapan Pilkada dari rumah masing-masing,” terangnya kepada mataairradio.

Atas belum dimilikinya kantor, Panwas sudah bertemu secara langsung dengan Sekretaris Daerah Rembang Hamzah Fatoni. Intinya, Pemkab akan segera mengupayakan kantor untuk Panwas.

“Namun kami diminta berkoordinasi dengan Bidang Aset Pemkab, untuk mengetahui bangunan mana yang bisa dipakai,” ungkapnya.

Disinggung mengenai alasan tidak menggunakan lagi saja bekas kantor Panwas Pileg dan Pilpres di bilangan Desa Mondoteko, sebelah selatan perempatan Ketanggi, Totok mengaku kurang cocok. Demikian juga dengan dua orang anggota panwas lainnya.

“Lagi pula, bangunan itu sudah dipakai oleh pihak lain,” tandasnya.

Dia berdalih, lokasi kantor bekas Panwas Pileg dan Pilpres, kurang strategis karena terlalu masuk ke dalam dan terbatas area parkirnya.

“Kantor baru mestinya di jantung kota agar gampang diakses,” ujarnya.

Totok menargetkan, persoalan terkait belum dimilikinya kantor selesai pada minggu ini.

“Jika ternyata tidak kelar, kami sudah menyiapkan solusi, yaitu sementara menggunakan bangunan milik salah seorang anggota Panwas, Budi Handayani yang berlokasi di bilangan Jalan Diponegoro,” imbuhnya.

Ketua Panwas menambahkan, berdasarkan komunikasi terakhirnya dengan Bidang Aset pada Rabu (6/5/2015) siang, Pemkab mengarahkan agar memakai gedung bekas Kantor Badan Pelaksana (Bapel) JKRS.

“Pemkab, sedang mengajukan surat permohonan izin pinjam gedung itu ke Provinsi,” bebernya.

Sebelumnya, Panwas sempat ditawari bangunan milik Pemerintah di sebelah utara Puskesmas Rembang I dan bekas rumah dinas di bilangan Leteh, sebelah timur Pesantren Raudlatut Thalibien. Panwas mempertimbangkan menolaknya karena dianggap kurang strategis bagi masyarakat untuk akses informasi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan