Panwas Pertanyakan PPK Terpilih Verifikasi Berkas PPS

Wednesday, 13 May 2015 | 17:39 WIB
Budi Handayani, ketika masih menjabat sebagai salah satu komisioner KPU Rembang periode 2009-2014. (Foto: Pujianto)

Budi Handayani, ketika masih menjabat sebagai salah satu komisioner KPU Rembang periode 2009-2014. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Rembang mempertanyakan kebijakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat yang sudah menugasi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terpilih untuk memverifikasi berkas pendaftaran Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari tiap desa.

Anggota Panwas Pilkada Rembang Budi Handayani menganggap salah kebijakan tersebut. PPK terpilih belum berhak melakukan verifikasi lantaran mereka belum dilantik alias belum resmi bertugas.

“Kami mendapat banyak laporan dari masyarakat terkait verifikasi PPS yang dilakukan oleh PPK terpilih. Kami dalami karena mestinya PPK terpilih belum berhak ‘menyeleksi’ PPS,” ujarnya.

Rabu (13/5/2015) pagi, pihaknya sedang menyiapkan surat rekomendasi untuk mengingatkan KPU atas kebijakan tersebut. Sebelumnya, Panwas Pilkada menyurati KPU terkait kecolongan dua mantan caleg di Pemilu 2014 yang ikut mendaftar sebagai PPK. Bahkan satu di antaranya sampai lolos tes tertulis.

Komisioner KPU Rembang Nurul Muasiroh mengaku sudah mempertimbangkan kebijakan menugasi PPK terpilih untuk turut memverifikasi berkas PPS dari tiap desa. Pertimbangan itu dibuat bersama empat komisioner lainnya.

“Verifikasi berkas pendaftaran PPS oleh PPK terpilih tidak menjadi soal karena pada akhirnya KPU lah yang melakukan verifikasi akhir. Dengan melibatkan PPK terpilih, verifikasi PPS akan berlangsung lebih akurat dan efektif,” katanya.

Dia menyebutkan, jumlah calon anggota PPS yang mencapai 882 orang dari 294 desa dan kelurahan, akan menjadi merepotkan KPU jika diverifikasi tanpa melibatkan bantuan. Nurul menegaskan, tentang PPK terpilih yang mestinya belum berhak memverifikasi berkas PPS, itu hanya bersifat membantu.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah PPK terpilih, mereka rata-rata gamang atau ragu dengan verifikasi berkas pendaftaran PPS. Umumnya, mereka khawatir produk hasil verifikasi PPS dianggap cacat prosedur.

Menurut rencana, PPS terpilih, nantinya akan dilantik bareng dengan PPK terpilih. Pelantikan bareng itu tidak lazim, karena PPK yang mestinya membentuk PPS. Ketua KPU Rembang Minanus Suud mengatakan, pelantikan serentak PPK dan PPS sebagai bentuk unjuk kekuatan jelang Pilkada 2015.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan