Panwas Klarifikasi Suswantoro Soal Foto Jempol

Senin, 30 November 2015 | 17:48 WIB
Camat Bulu Suswantoro (enam dari kiri) memberikan jempol pada kamera bersama calon bupati Hamzah Fatoni. Foto ini tersebar di media sosial. (Foto: dokumen mataairradio.com)

Camat Bulu Suswantoro (enam dari kiri) memberikan jempol pada kamera bersama calon bupati Hamzah Fatoni. Foto ini tersebar di media sosial. (Foto: dokumen mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Rembang menyatakan sudah mengklarifikasi calon bupati Hamzah Fatoni dan Camat Bulu Suswantoro terkait foto selfie sambil menunjukkan jempol, yang beredar di media sosial.

Koordinator Divisi Pengawasan pada Panwas Pilkada Rembang Budi Handayani mengungkapkan, Hamzah dan Suswantoro sudah diklarifikasi pada Minggu (29/11/2015) kemarin.

“Beliau-beliau kooperatif karena menilai klarifikasi laporan merupakan tugas Panwas,” terangnya.

Budi juga menilai, klarifikasi terhadap Hamzah dan Suswantoro saja tidak cukup. Pihaknya mengaku masih perlu meminta klarifikasi beberapa pihak yang lain.

“Setelah Pak Hamzah dan Pak Sus (Suswantoro), kami masih harus meminta klarifikasi dari beberapa pihak lagi,” tandasnya.

Ia menambahkan, dalam hal kasus foto selfie yang dianggap mengindikasikan ketidaknetralan Suswantoro sebagai PNS dan Camat Bulu, Panwas belum mengajak pihak kepolisian dan kejaksaan untuk bicara.

“Kedua pihak tersebut baru akan kami ajak bicara setelah cukup alat dan bahan bukti,” jelasnya.

Pihak Panwas Pilkada tidak menyebutkan alat dan bahan bukti yang dimaksud. Namun, pendalaman tidak cukup dengan foto selfie itu saja.

“Setelah alat bukti cukup pun, kami masih harus melakukan gelar perkara di Gakkumdu, sebelum membeber kesimpulan mengenai kasus ini,” tegas ia.

Budi menyebutkan, gelar perkara di Gakkumdu akan dilakukan pada Selasa (1/12/2015) atau Rabu (2/12/2015) ini.

Sementara, beberapa pihak yang akan diklarifikasi sebagai saksi, dijadwalkan dimintai keterangan pada Selasa (1/12/2015) ini.

Budi menolak mengungkapkan hasil klarifikasi sejauh ini.

“Mohon maaf, hasil atau perkembangan klarifikasi tidak bisa kami ungkapkan sekarang,” tegasnya.

Pihak Panwas juga memastikan berhati-hati menangani kasus dugaan ketidaknetralan Camat Bulu Suswantoro.

Apalagi dalam foto itu tidak hanya Suswantoro dan Hamzah Fatoni, tetapi ada juga para pesilat dari Persatuan Setia Hati Terate. Suswantoro adalah tokoh PSHT Rembang.

Hanya saja, Budi menjernihkan, yang disorot dalam laporan kubu pasangan Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto pada foto selfie tersebut, adalah status Suswantoro sebagai PNS.

“Status ASN (aparatur sipil negara) terus melekat, selama menjadi aparatur sipil negara,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan