Panwas Gagal Buktikan Ketidaknetralan Camat Bulu

Rabu, 2 Desember 2015 | 17:42 WIB
Camat Bulu Suswantoro (enam dari kiri) memberikan jempol pada kamera bersama calon bupati Hamzah Fatoni. Foto ini tersebar di media sosial. (Foto: dokumen mataairradio.com)

Camat Bulu Suswantoro (enam dari kiri) memberikan jempol pada kamera bersama calon bupati Hamzah Fatoni. Foto ini tersebar di media sosial. (Foto: dokumen mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Rembang gagal membuktikan dugaan ketidaknetralan Camat Bulu Suswantoro.

Pasalnya, sampai dengan batas akhir waktu kajian di tingkat panwas, Rabu (2/12/2015) pagi, alat dan barang bukti yang dibutuhkan masih belum cukup.

Koordinator Divisi Pengawasan Panwas Pilkada Rembang Budi Handayani menyatakan telah menindaklanjuti laporan dugaan ketidaknetralan Camat Bulu dengan klarifikasi dan gelar perkara.

Suswantoro dianggap tidak netral sebagai PNS, setelah foto selfie-nya bersama calon bupati Hamzah Fatoni sembari mengacungkan jempol, marak beredar di media sosial.

Menurut Budi, kasus Suswantoro dinyatakan belum memenuhi unsur pidana pilkada, karena pihaknya gagal meminta keterangan saksi sejumlah yang dibutuhkan.

“Kami belum bisa mengklarifikasi secara konkret karena unsur saksi belum memenuhi jumlah dan kriteria persyaratannya, sehingga tidak bisa masuk di dalam kategori tindak pidana pemilu,” terangnya.

Budi menyebutkan, sejumlah saksi tidak datang meski telah dipanggil oleh pihaknya. Ia mengaku sudah berupaya dengan mendatangi para saksi namun hasilnya nihil.

“Yang jelas hingga habis waktu proses laporan selama lima hari, saksi belum bisa diakses, sehingga laporan menjadi kedaluwarsa,” tandasnya.

Mengenai dugaan intimidasi kepada saksi sehingga tidak memenuhi panggilan panwas, Budi enggan berkomentar.

Kubu pasangan calon kepala daerah Abdul Hafidz–Bayu Andriyanto melalui Syaiful Burhan melaporkan Suswantoro kepada Panwas Pilkada dengan delik ketidaknetralan aparatur sipil negara (ASN).

Sesuai aturan, seorang pegawai negeri sipil yang terbukti tidak netral, bisa diancam hukuman maksimal enam bulan penjara.

Camat Bulu Suswantoro sempat mengatakan kepada media bahwa calon bupati Hamzah Fatoni bertandang ke rumahnya sebagai tamu yang tak diundang.

Ia menuturkan, saat itu sedang digelar syukuran ulang tahun Persaudaraan Silat Setia Hati Terate.

“Saat acara dimulai, saya kaget beliau rawuh. Ternyata setelah ditanya maksud kedatangannya, untuk meminta doa restu maju Pilkada,” ungkapnya.

Suswantoro mengakui, ada salah satu anggota pencak silat yang sempat menanyakan visi misi calon bupati bernomor urut 1 tersebut, sehingga terjadi tanya jawab.

“Tapi sama sekali kegiatan itu bukan maksud kampanye,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan