Dua Jam, Pantura Kota Rembang “Dikuasai” Pengunjung Syawalan

Monday, 4 August 2014 | 14:48 WIB
Kemacetan di jalur Pantura Rembang akibat tradisi syawalan, Senin (4/8). (Foto:pujianto)

Jalur Pantura Kota Rembang dipenuhi pengendara sepeda motor pengunjung tradisi syawalan, Senin (4/8). (Foto:pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Jalur Pantura Kota Rembang mulai selepas Pertigaan So Klin ke arah barat hingga sebelum Pertigaan Pasar Pentungan, dikuasai pengunjung tradisi Syawalan selama lebih dari dua jam. Angkutan pengangkut pengunjung terpantau parkir di sebelah barat Jembatan Karanggeneng dan di bagian timur di areal sekitaran Alun-Alun Rembang.

Polisi mengalihkan arus lalu-lintas dari arah Surabaya melalui jalur alternatif Pertigaan So Klin ke selatan menuju ke arah Perempatan Galonan kemudian Pertigaan Jeruk hingga Pertigaan Pasar Pentungan dan sebaliknya. Arus dalam Kota Rembang pun terpantau tersendat. Tradisi Syawalan berpusat di jalan utama kota ini, terutama di kawasan depan Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang.

Suparmin, seorang pengunjung Syawalan asal Desa Pandan Kecamatan Pancur mengaku selalu datang ke tradisi Kupatan setiap tahun pada tujuh hari usai perayaan Idul Fitri. Kali ini dia datang bersama empat orang anggota keluarganya. Tidak banyak yang dikunjungi, selain hanya duduk-duduk melihat riuh pelancong lokal serta menikmati tontonan pawai sedekah laut Desa Tasikagung dan sekitarnya yang melalui depan Taman Kartini.

Pengunjung tradisi Syawalan juga terpantau datang tidak hanya dari lokal Rembang, tetapi juga dari Blora, Grobogan, dan Pati. Selain pawai sedekah laut yang mengusung tema kemaritiman, para pengunjung menikmati pula wisata pesiar ke pulau-pulau kecil di Rembang.

Mereka mengantre perahu “lomban” di tepi Pantai Kartini setelah sebelumnya berjubel dengan pengunjung aneka lapak pedagang Syawalan yang berada di depan Taman Kartini hingga sekitaran depan Kantor Bupati dan Balai Kartini Rembang. Manajer Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang Murwadi perlu lebih serius memperhatikan keselamatan pengunjung.

Dia mengaku terjadi lonjakan jumlah pengunjung hingga menembus 35.000 orang. Soal keamanan, pihaknya sudah bekerjasama dengan polisi dan tentara termasuk tim SAR atau regu penolong. Terkait pesiar ke pulau kecil atau “lomban”, dia bersiap menghentikan jika cuaca laut mendadak buruk.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan mengaku mengerahkan 300 orang personel polisi, termasuk tentara untuk mengamankan tradisi akbar tahunan ini. Beragam imbauan dilontarkan termasuk agar waspada pencopetan di tempat ramai.

Selain Taman Rekreasi Pantai Kartini, ada objek lain yang cukup menyita perhatian pengunjung, yaitu Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tasikagung. Ada ratusan pengunjung PPI, namun mereka dikutip uang masuk Rp2.000 per orang. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan