Panti Jompo Saksi Penelantaran Ibu oleh Anak

Selasa, 22 Desember 2015 | 16:44 WIB
Salah seorang penghuni panti jompo di Unit Pelayanan Sosial "Margo Mukti" di wilayah Desa Pandean Kecamatan Rembang, Selasa (22/12/2015). (Foto: Mukhammad Fadlil)

Salah seorang penghuni panti jompo di Unit Pelayanan Sosial “Margo Mukti” di wilayah Desa Pandean Kecamatan Rembang, Selasa (22/12/2015). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Panti jompo masih menjadi saksi adanya penelantaran ibu oleh anaknya. Sebab, 50 orang perempuan yang sebagian di antaranya adalah ibu, ditelantarkan anaknya ke Rembang dan kini dirawat di Unit Pelayanan Sosial Lanjut Usia “Margo Mukti”.

Munasih misalnya. Warga Tayu-Pati ini mengaku ditinggal selama 7 tahun oleh anaknya yang memilih bekerja di Korea.

Namun selama itu pula, sang anak tidak pernah menengok perempuan sepuh ini, apalagi berkirim uang. Ia masih berharap agar anaknya pulang dan mau kembali merawat dirinya.

“Ini sudah 7 tahun tidak pulang dan memberi kabar. Doa saya, semoga dia sukses di sana dan mau pulang untuk merawat ibunya. Anak saya sudah berkeluarga,” katanya.

Sementara itu, Rusmiasri warga kelahiran Jepara mengaku memilih tinggal di panti jompo karena tidak memiliki anak yang diharapkan merawatnya. Apalagi semua saudaranya, kini sudah meninggal.

Sebenarnya, ia mengaku punya keponakan yang merupakan anak dari saudaranya yang telah meninggal. Namun ia lebih suka tinggal di panti jompo daripada tinggal bersama keponakannya di Jepara.

“Di panti saya lebih leluasa dan banyak teman. Kalau tinggal bersama keponakan, nanti malah merepotkan,” ujarnya.

Siti Partini, salah satu staf di Unit Pelayanan Sosial Lanjut Usia atau Panti Wreda “Margo Mukti” Rembang menyebutkan, saat ini panti menampung 72 orang jompo.

“Dari jumlah itu, 22 di antaranya laki-laki, sedangkan sisanya perempuan,” terangnya.

Menurutnya, mayoritas warga panti jomponya adalah mereka yang tidak punya keluarga. Selebihnya karena telantar atau ditelantarkan oleh pihak keluarga.

Di Hari Ibu 22 Desember ini, ia berpesan kepada setiap anak, agar selalu menghormati ibu. “Karena tanpa ibu, tidak ada anak-anak,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan