Panther Hantam Tronton Semen di Depan Pelabuhan, Dua Luka

Rabu, 12 November 2014 | 14:32 WIB
 Panther bernomor polisi H 8450 Q yang dikemudikan Sudarno tabrakan dengan truk tronton bernomor H 8164 UG yang dikemudikan Maryanto,  di Jalan Pantura depan Pelabuhan Tanjung Bonang, masuk wilayah Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, Rabu (12/11/2014). (Foto:Pujianto)

Panther bernomor polisi H 8450 Q yang dikemudikan Sudarno bertabrakan dengan truk tronton bernomor H 8164 UG yang dikemudikan Maryanto, di Jalan Pantura depan Pelabuhan Tanjung Bonang, masuk wilayah Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, Rabu (12/11/2014). (Foto:Pujianto)

 

SLUKE, mataairradio.com – Dua orang masing-masing pengemudi dan penumpang mobil jenis Isuzu Panther mengalami luka-luka setelah menghantam truk tronton semen tanpa muatan di Jalan Pantura depan Pelabuhan Tanjung Bonang, masuk wilayah Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, Rabu (12/11/2014).

Awalnya, Panther bernomor polisi H 8450 Q yang dikemudikan Sudarno, warga Jalan Pandansari Sambirejo Semarang, melaju kencang dari arah timur ke barat. Sesampainya di lokasi kejadian, Panther berusaha menyalip kendaraan jenis truk engkel tak dikenal yang melaju di depannya.

Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan atau dari barat, melaju truk tronton bernomor H 8164 UG yang dikemudikan Maryanto, warga Temurejo Kabupaten Blora. Karena kecepatan kedua kendaraan ini cukup tinggi, meski tronton sempat berusaha menghindar ke kiri, tabrakan tak terhindarkan.

“Ini tadi Panther nyalip colt diesel di depannya. Kecepatan Panther tinggi. Truk juga melaju kencang, namun tak sekencang Panther. Tronton menghindar ke kiri, namun Panther tetap masih menabrak bak samping kanan belakang truk,” ungkap Maskat, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.

Panther sempat terbalik sebelum kemudian ditepikan oleh warga di sekitar lokasi kejadian. Sementara truk tronton warna merah yang biasa dipakai untuk mengangkut semen, juga terguling karena membanting setir dan menabrak pagar pembatas jalan.

“Dua orang penumpang termasuk sopir Panther, tadi ramai-ramai dikeluarkan oleh warga. Langsung dibawa ke Puskesmas Sluke agar segera mendapat pertolongan medis. Kejadian sekitar pukul 09.00 WIB,” imbuhnya.

Kepala Pos Lalu-lintas Lasem Aiptu Heri Yulianto menyatakan, sopir Panther mengalami luka cukup serius di tangan kanan, sedangkan satu penumpang di mobil tersebut menderita luka ringan, sobek di dahinya.

“Kami baru meminta keterangan dari sopir truknya. Kesimpulan sementara, Panther memaksa menyalip dengan kecepatan tinggi dan kurang peduli dengan jarak aman mendahului kendaraan lain dan memperhitungkan kendaraan di depannya. Kecepatan Panther kita perkirakan 70 kilometer per jam,” katanya.

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, sopir truk tronton diamankan di Pos Lalu-lintas Lasem. Maryanto, sopir tronton mengaku berada di truknya sendirian alias tanpa kenek.

“Saya sudah berusaha menghindar begitu tahu Panther memaksa menyalip. Namun tetap kena pojok bak belakang kanan ini. Saya sendirian saja. Kosongan tanpa muatan (truk) ini,” tutur Maryanto.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan