Pantai Binangun Diduga Areal Pekuburan Manusia Austronesia

Tuesday, 19 August 2014 | 14:53 WIB
Lokasi temuan situs rangka manusia penutur bahasa Austronesia di Pantai Binangun pada Minggu (16/8) malam kemarin. Selasa (19/8) pagi, Tim Balar Yogyakarta melakukan ekskavasi situs tersebut. (Foto: Pujianto)

Lokasi temuan situs rangka manusia penutur bahasa Austronesia di Pantai Binangun pada Minggu (16/8) malam kemarin. Selasa (19/8) pagi, Tim Balar Yogyakarta melakukan ekskavasi situs tersebut. (Foto: Pujianto)

LASEM, MataAirRadio.net – Satu tim dari Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta melakukan ekskavasi dan evakuasi situs rangka manusia diduga penutur bahasa Austronesia di Pantai Desa Binangun Kecamatan Lasem, Selasa (19/8) pagi. Tim terdiri atas tiga orang dan dibantu oleh Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah Lasem.

Ketua Tim Peneliti dari Balar Yogyakarta Gunadi Kasnowihardjo mengatakan, ekskavasi terhadap situs rangka manusia yang ditemukan pada hari Minggu (17/8) kemarin ini, akan menjawab dugaan bahwa kawasan Pantai Binangun juga merupakan areal pekuburan manusia era 500 tahun sebelum masehi.

Sebelumnya atau pada 2012 lalu, tim yang sama juga melakukan ekskavasi situs rangka manusia penutur bahasa Austronesia di Pantai Binangun. Ekskavasi tersebut merupakan tindak lanjut temuan pada 2010. Situs terkait manusia Austronesia diduga bermula dari Pantai Bonang di sisi selatan Pantai Binangun.

Manusia Austronesia adalah manusia pra-sejarah yang diyakini sebagai nenek moyang penduduk Pulau Jawa. Mereka melakukan migrasi dari Madagaskar ke Pasifik Timur, yakni Taiwan-Jepang-Filipina-Kalimantan-Sulawesi-dan Pulau Jawa.

Gunadi dan timnya mengaku butuh waktu maksimal dua hari atau hingga Rabu 20 Agustus ini, untuk menuntaskan ekskavasi. Ekskavasi dilakukan hingga dapat mengungkap keseluruhan rangka. Bagian gigi geligi yang dipangur seperti bunga melati dan berundak, serta tengkorak dan serpihan tulang yang terpendam akan diangkat dan dievakuasi.

Menurut Gunadi, rangka manusia Austronesia akan dievakuasi ke laboratorium di Yogyarakta. Di laboratorium Balar, bagian dari rangka yang rapuh akan diperkuat. Setelah itu akan dibuat duplikatnya sebelum dipampangkan di dekat lokasi temuan. Namun karena pernah ada kasus perusakan situs rangka di Pantai Binangun, atau 10 meter dari lokasi temuan sekarang, maka perlu pengamanan dan pengelolaan dari dinas terkait, ketika dipampang nanti.

Sementara itu, proses ekskavasi sempat diikuti oleh Kapolsek Lasem AKP Muhammad Syuhada, Plt Camat Lasem Kukuh Purwasana, dan Kepala Desa Binangun Edi Purwoko. Beberapa orang dari Fokmas seperti tokoh mereka Ernantoro, tampak pula mendampingi tim dari Balar.

Tim Balar Yogyakarta menegaskan, dengan temuan situs pekuburan ini, maka hingga Agustus 2014, ada tiga situs pekuburan manusia Austronesia yang terungkap yakni di Pantai Binangun-Lasem, Leran-Sluke, dan Pantai Tanjungan-Kragan. Dugaan bahwa Pantai Utara Rembang merupakan titik pendaratan pertama nenek moyang di Pulau Jawa pun, menjadi semakin kuat. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan