Pansus Tanjung Bonang Kunker ke Pelabuhan Palaran

Kamis, 14 Mei 2015 | 17:00 WIB
Ketua Pansus DPRD Rembang yang membahas Pelabuhan Tanjung Bonang, Puji Santoso. (Foto: Pujianto)

Ketua Pansus DPRD Rembang yang membahas Pelabuhan Tanjung Bonang, Puji Santoso. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Rembang yang membahas Pelabuhan Tanjung Bonang akan melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Palaran Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Rencananya, kunker yang diikuti 22 orang anggota Pansus akan dilakukan pada 18 Mei mendatang.

Ketua Pansus Puji Santoso menjelaskan, kunjungan kerja itu penting untuk mempelajari model penyelenggaraan dan pengelolaan pelabuhan yang ditangani pemerintah daerah.

“Kebetulan, Pelabuhan Palaran dikelola oleh Pemerintah Kota Samarinda, pihak swasta, dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Dikelola oleh tiga pihak, jadi bisa kita jadikan acuan untuk belajar,” ujarnya kepada mataairradio, Kamis (14/5/2015).

Menurutnya, sulit menemukan daerah yang memiliki pelabuhan dengan kasus identik seperti di Rembang. Memang ada pelabuhan yang dikelola oleh pihak Pemkab, swasta, dan perusahaan daerah.

“Tetapi itu di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau, sehingga jauh dan kurang terjangkau. Kemarin yang ke Tanjung (Balai) Karimun sempat mengemuka di teman-teman pansus, tetapi akhirnya memilih ke Palaran agar tidak terlalu memakan waktu dan biaya,” jelasnya.

Puji Santoso juga menyebutkan, semangat Pansus sebenarnya sama, yaitu agar pelabuhan yang reklamasinya dilakukan oleh pihak swasta, HPL atau hak pengelolaan lahannya bisa diatasnamakan Pemkab Rembang. HPL atas nama Pemkab itu bisa disewakan kepada investor melalui perusahaan daerah.

“Ketika lahan pelabuhan disewakan langsung kepada pihak swasta, Pemkab mesti menerbitkan dulu hak guna bangunan (HGB). Dari HGB ini, Pemkab bisa menerima pendapatan,” paparnya.

Tetapi jika pun lahan pelabuhan disewakan lewat Perusda, harapannya tetap ada keuntungan bagi daerah. Perusda bisa terlibat perjanjian menguntungkan dengan pihak ketiga sebagai badan usaha pelabuhan atau BUP.

“Keuntungan tersebut diharapkan menjadi penghasilan Perusda sebagai penambah pundi-pundi pendapatan asli daerah atau PAD,” tandasnya.

Ketua Pansus menambahkan, kunjungan kerja ke Pelabuhan Palaran akan berlangsung selama dua hari. Sepulang dari kunker, Pansus juga bakal langsung merangkainya dengan pembahasan bersama tim ahli.

“Sebelum berangkat kunjungan kerja, berkas terkait pelabuhan sudah akan diserahkan kepada tim ahli untuk dipelajari. Berkas itu antara lain soal asal usul Pelabuhan Rembang Terminal Sluke atau Tanjung Bonang dan proses reklamasinya serta para pihak yang terlibat,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan