Pangkalan Elpiji Melon di Rembang Ditambah Menjadi Tiap Desa

Rabu, 28 Mei 2014 | 14:07 WIB
Ilustrasi tabung elpiji 3 kilogram. (Foto:Rif)

Ilustrasi tabung elpiji 3 kilogram. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pemkab Rembang, Rabu (28/5) pagi menggelar pertemuan dengan pihak Gas Domestik Pertamina membahas distribusi elpiji bersubsidi tiga kilogram di kabupaten ini. Belakangan, harga gas elpiji tabung melon melonjak hingga Rp20.000 padahal tidak ada penaikan dari Pemerintah.

Dalam pertemuan itu, disepakati sejumlah hal. Di antaranya agar pangkalan elpiji bersubsidi tiga kilogram ditambah menjadi di setiap desa di 14 kecamatan. Penambahan jumlah pangkalan ini diharapkan untuk menghindarkan penaikan harga secara seenaknya oleh pengecer.

Selama ini, sejumlah pengecer nekat menaikkan harga elpiji tiga kilogram secara sepihak. Mereka berdalih, selisih harga yang didapat dipakai untuk menutup ongkos mengambil dari pangkalan yang jaraknya cukup jauh.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang Sugiyanto mengungkapkan, selain menyepakati rencana penambahan pangkalan, pertemuan itu juga mengamanatkan kepada Agen agar menegur pangkalan nakal alias yang menjual elpiji bersubsidi di atas harga eceran tertinggi. HET elpiji tabung melon sebesar Rp12.700.

Pertemuan yang berlangsung selama dua jam sejak jam sembilan itu pun menyepakati adanya keseragaman harga penjualan elpiji bersubsidi dari pengecer ke konsumen. Sejauh ini, Pemerintah hanya mengatur harga distribusi sampai di tingkat pangkalan ke pengecer.

Namun di lapangan muncul kenyataan, pengecer menjual ke pengecer lain baru diterimakan ke konsumen, sehingga jatuhnya harga menjadi tinggi. Dua pekan terakhir, harga elpiji tabung melon mencapai Rp20.000, di Kecamatan Kragan, Sarang, dan Sale.

Hanya saja, Sugiyanto menjelaskan, diperlukan telaah terlebih dahulu untuk penyeragaman harga ini. Telaah ini untuk membuat instrumen, apakah payung hukumnya, cukup Peraturan Bupati atau Peraturan Daerah. Dia berharap, payung hukum ini selesai tahun ini.

Pertemuan yang dilangsungkan di Kantor Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang ini diikuti juga oleh perwakilan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, perwakilan Gasdom Pertamina, Kepala Bagian Perekonomian, dan lima agen elpiji di Kabupaten Rembang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan