Produktivitas Panen Melon Petani Rembang Merosot Diganggu Cuaca

Senin, 27 Januari 2014 | 18:13 WIB
Produktivitas panen melon di hampir semua petani di Kabupaten Rembang merosot, akibat gangguan cuaca ekstrem sepanjang Januari ini.

Produktivitas panen melon di hampir semua petani di Kabupaten Rembang merosot, akibat gangguan cuaca ekstrem sepanjang Januari ini.

SUMBER, MataAirRadio.net – Produktivitas panen melon di hampir semua petani di Kabupaten Rembang merosot, akibat gangguan cuaca ekstrem sepanjang Januari ini. Hasil panen mereka tidak maksimal karena di saat tahap pembuahan, sempat diwarnai bajang alias buah gagal.

Munawar, petani melon di Desa Grawan Kecamatan Sumber mengakui, pertumbuhan tanamannya tidak maksimal. Jika pada umur tanaman 35 hari, biasanya sudah bisa menggantung buah, kini baru muncul pentil. Dia menyebutkan, sebenarnya tanaman melonnya sudah sempat pentil ketika umur 27 hari. Namun pentil itu gagal menjadi buah dan baru muncul lagi yang baru pada saat ini.

Menurutnya selain masa panen akan mundur satu minggu, produktivitas per buah turun. Normalnya dalam waktu 60 hari panen, satu buah melon bisa berbobot hingga dua kilogram. Kini akibat gangguan cuaca bisa 1,5 kilogram saja, sudah bagus. Munawar mengaku menanam 5.000 batang tanaman melon dan diprediksi hanya bisa meraup sekitar lima ton dari idealnya yang tujuh ton. Soal harga, bisa mencapai Rp12 ribu per kilogram.

Wiwit Salam Mukhlis, petani melon lainnya di Desa Mlagen Kecamatan Pamotan menambahkan, gangguan cuaca berupa hujan ekstrem disikapinya dengan memperdalam parit antar-tanaman. Dia juga sedang intensif mengantisipasi dampak hujan ekstrem terhadap munculnya jamur tanaman dan lalat buah.

Dia mengakui, hujan ekstrem memengaruhi produktivitas tanaman melon. Wiwit menyebutkan, jika 12.000 batang tanaman melon biasanya bisa menghasilkan 20-25 ton, kini bisa 15 ton saja sudah bagus. Dia mengaku tidak kapok meski hasil panennya merosot hingga lebih dari 30 persen.

Saat ini, Wiwit sudah menanam lagi 10.000 batang melon. Kendati cuaca buruk mengganggu produktivitas, namun dari sisi harga, petani mengaku tertolong. Hingga Senin (27/1) siang, harga melon di pasaran masih menyentuh Rp12.000 per kilogram.

Namun para petani melon yang saat ini memasuki masa panen, mengaku terkendala transportasi. Sebagian ruas Jalan Pantai Utara Jawa masih tergenang banjir. Padahal, petani melon Rembang biasa menjual hasil panennya ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Ongkos pengangkutan ke Jakarta pun melonjak dari dua juta rupiah menjadi tiga juta rupiah per sekali angkut. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan