Pancaroba, BPBD Keluarkan Edaran Waspada Angin Kencang

Selasa, 6 Oktober 2015 | 17:02 WIB
Ilustrasi. (Foto: mataairradio.com)

Ilustrasi. (Foto: mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang mengeluarkan surat edaran kepada setiap masyarakat melalui pemerintah kecamatan agar mewaspadai potensi bencana angin kencang seiring datangnya musim pancaroba, Oktober ini.

Kepala BPBD Rembang Suharso, Selasa (6/10/2015) pagi menjelaskan, edaran tersebut diperlukan sebagai bahan antisipasi warga. Apalagi ada setidaknya 6 kecamatan yang sering terjadi bencana angin kencang.

“Yang rawan bencana angin kencang, yakni Kaliori, Sumber, Sulang, Pamotan, Sedan, dan Sarang,” ungkapnya.

Menurut rencana, surat edaran tersebut sudah akan terbagikan ke tiap kecamatan, pada pekan depan. Dia berharap dengan edaran ini potensi dampak bencana angin kencang bisa ditekan secara minimal. Terlebih BMKG merilis, potensi angin kencang akan muncul hingga Maret nanti.

“Di surat edaran itu kami sebutkan agar warga yang bermukim di dekat pohon besar, mewaspadai pohon tumbang,” bebernya.

Suharso pun mewanti-wanti kepada warga yang rumahnya terpencil dari permukiman, agar tidak berada di dalam rumah, ketika angin datang menderu.

“Selain potensi angin kencang, kami meminta kepada masyarakat luas, agar bersiap menyambut datangnya musim penghujan,” tambahnya.

Dia menyebutkan, rekahan tanah akibat kemarau di wilayah perbukitan, perlu diwaspadai sejak dini.

“Tanah berongga yang dimasuki air secara besar-besaran dan tiba-tiba, bisa memunculkan longsor. Maka rongga itu harus cepat dijejali tanah liat begitu hujan deras mulai turun,” terangnya.

BPBD Rembang mencatat, daerah seperti di Perbukitan Sluke, Lasem, Pancur, Gunem, dan Sale, rentan dengan potensi bencana longsor.

Prakirawan BMKG Jawa Tengah Sukarno memprediksi, hujan sudah akan mulai hadir pada bulan November. Tapi hujan yang akan turun masih bersifat sementara, sehingga tergolong pancaroba atau musim peralihan dari kemarau ke penghujan.

Menurutnya, musim pancaroba itu bisa diamati dari turunnya hujan dalam sehari yang mencapai 50 milimeter dan berulang seharian. Tetapi apabila hujan sudah rutin turun dan mencapai 50 milimeter, maka sudah bisa dikatakan musim penghujan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan