Paguyuban Kades Rembang Didekati Kubu Prabowo-Hatta

Kamis, 12 Juni 2014 | 17:45 WIB
Lembaran pernyataan komitmen dari Capres Prabowo Subianto kepada kades yang beredar saat pertemuan tertutup belasan kades di Rembang, Senin (11/6) kemarin. (Foto:Pujianto)

Lembaran pernyataan komitmen dari Capres Prabowo Subianto kepada kades yang beredar saat pertemuan tertutup belasan kades di Rembang, Senin (11/6) kemarin. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Rembang Guyup Rukun Petinggi Dampo Awang atau Guru Pendawa didekati kubu tim sukses Prabowo-Hatta. Padahal kepala desa diperintahkan oleh undang-undang agar netral dalam Pemilu Presiden-Wakil Presiden.

Rabu (11/6) kemarin, belasan kepala desa salah satunya Ketua Guru Pendawa Jidan Gunorejo, bertemu di salah satu rumah makan di Kota Rembang. Di pertemuan tertutup ini, sempat beredar selebaran pernyatan komitmen terhadap kades dari Calon Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridho yang dikonfirmasi MataAir Radio mengaku terlambat memantau pertemuan para kades ini. Pihaknya mengaku mendapat laporan setelah pertemuan itu lama berlangsung.

Karena itu Panwaslu mengaku masih harus mendalami dugaan keterlibatan kades dalam kampanye pemenangan salah satu pasangan capres-cawapres. Muchlis menegaskan, kades atau perangkat desa dan BPD yang tidak netral di Pilpres terancam pidana, minimal tiga bulan maksimal 12 bulan penjara dan denda tiga juta rupiah.

Ketua Guru Pendawa Jidan Gunorejo membantah kalau pertemuan kemarin (11/6) sebagai bagian gerakan untuk kampanye pemenangan pasangan Prabowo-Hatta di Kabupaten Rembang. Pihaknya menjamin kades tetap netral, namun tetap harus punya pilihan politik.

Pihaknya berdalih kalau pertemuan itu sekadar untuk membicarakan kedewasaan berpolitik di Pilpres. Menurutnya, kendati secara pribadi kades mendukung salah satu pasangan capres-cawapres, tetapi tidak ada arahan dari paguyuban.

Pihaknya juga telah mewanti-wanti agar para kades tidak menjadi tim kampanye atau penggerak di tingkat bawah. Kades perlu memberikan contoh yang baik, mengingat tensi Pilpres yang dianggapnya panas karena hanya ada dua orang pasangan calon.

Salah satu anggota tim kampanye pasangan Prabowo-Hatta di Kabupaten Rembang, Puji Santoso pun membantah telah mempengaruhi Guru Pendawa agar turut aktif memenangkan pasangan capres-cawapres bernomor urut 1 ini.

Pihaknya juga memastikan tidak ada kades yang masuk sebagai bagian tim kampanye Prabowo-Hatta. Jika pun ada kepala desa yang secara pribadi mendukung salah satu pasangan, baginya itu sah-sah saja karena mereka punya hak politik. (Pujianto)




One comment
  1. daliyo

    Juni 12, 2014 at 11:35 pm

    cekeli siji-siji kasuse lebukno buen ben podo kapok dan netral. petinggi podo petakilan. anteng ngemong warga lak apik. ora kakean petingkah

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan