Pacu Produksi Pangan, Rembang Perbaiki Irigasi 3.000 Hektare Lahan

Selasa, 20 Januari 2015 | 18:32 WIB
Peletakan batu pertama perbaikan irigasi di Desa Kasreman Kecamatan Rembang oleh Plt Bupati Abdul Hafidz, Selasa (20/1/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Peletakan batu pertama perbaikan irigasi di Desa Kasreman Kecamatan Rembang oleh Plt Bupati Abdul Hafidz, Selasa (20/1/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Kabupaten Rembang memperbaiki irigasi 3.000 hektare lahan pertanian yang tersebar di setiap kecamatan guna memacu tingkat produksi pangan.

Perbaikan irigasi ini dikaver dengan gelontoran dana tiga miliar rupiah dari Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Suratmin menjelaskan, dengan perbaikan irigasi untuk 3.000 hektare lahan itu, target 246.000 ton gabah kering giling akan bisa tercapai.

“Apalagi selain perbaikan irigasi, produksi pangan berupa padi, jagung, dan kedelai, juga akan dipacu dengan program optimasi lahan seluas 1.300 hektare dengan gelontoran dana Rp1,2 juta per hektare,” terangnya kepada wartawan.

Suratmin mengungkapkan, perbaikan irigasi di Kabupaten Rembang dilakukan dalam satu bingkai gerakan perbaikan irigasi yang dicanangkan pada Selasa (20/1/2015) secara nasional.

Di Rembang, gerakan ini ditandai dengan peletakan batu pertama perbaikan irigasi di Desa Kasreman Kecamatan Rembang.

Khusus perbaikan irigasi yang ada di wilayah Desa Kasreman, baru akan dilakukan secara utuh mulai bulan April atau setelah panen pertama. Hal ini agar permukaan irigasi yang akan ditata, telah lebih dahulu kering.

“Program peningkatan produksi pangan dikerjasamakan dengan TNI Angkatan Darat. Di Rembang, Pemkab menjalin kerjasama dengan Kodim 0720 serta Dinas Pertanian dan Kehutanan,” ungkapnya.

Jalinan kerja bareng ini rencananya diwujudkan dalam bentuk nota kesepahaman.

Dinas Pertanian berharap, perbaikan irigasi bisa meningkatkan indeks pertanaman dari yang semula 125 menjadi 150 persen.

“Apabila indeks pertanamannya naik, maka tingkat produktivitasnya juga akan mengikuti,” katanya.

Perbaikan irigasi juga akan diintegrasikan dengan pemanfaatan embung-embung kecil yang ada di sejumlah desa.

“Soal penambahan embung baru, ada tambahan lagi enam unit pada tahun ini, masing-masing berukuran 25×20 meter,” bebernya.

Suratmin menambahkan, meski melakukan perbaikan irigasi, sejauh ini belum akan dilakukan pembuatan irigasi baru.

“Namun jika dibutuhkan, saluran kecil atau saluran cacing menuju ke areal persawahan, akan kita programkan untuk ditambah,” tambahnya.

Saat sekarang, Pemerintah juga mulai merangsang kaum muda agar mau terjun ke dunia pertanian, dengan memperkenalkan alat penunjang modern.

“Pekan lalu, kami mengujicobakan transplanter atau mesin tanam, di hadapan para petani Desa Sidomulyo Kecamatan Kaliori,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan