Peletakan Batu Pertama Pabrik Semen Indonesia di Rembang Molor

Minggu, 8 Juni 2014 | 18:12 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net – Peletakan batu pertama pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang dipastikan molor dari bulan Juni 2014. Pihak perusahaan mengonfirmasi, peletakan batu pertama mundur dari jadwal karena sejumlah alasan.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Agung Wiharto mengungkapkan, pemunduran jadwal peletakan batu pertama ini, salah satunya karena menyesuaikan agenda kerja dan petunjuk dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Namun Agung menampik pemunduran jadwal tersebut berkaitan dengan masa kampanye Pilpres yang sedang berjalan. Atau juga akibat dari gelombang aksi penolakan investasi pabrik oleh sebagian warga.

Agung mengklaim, investasi sebesar empat triliun rupiah di Rembang terus berjalan. Pemunduran jadwal peletakan batu pertama tidak akan sampai memundurkan proyek. Dan menurut rencana, pembangunan pabrik berikut perangkatnya akan selesai dalam 33 bulan.

Khusus mengenai sikap sebagian warga yang masih belum setuju dengan rencana pendirian pabrik semen, pihak perusahaan menurut Agung, telah berupaya untuk duduk bersama mereka dalam satu meja.

Belum lama ini, perusahaan mengundang kelompok warga yang menentang rencana pendirian pabrik semen di Yogyakarta. Menurut pihak perusahaan, di Kota Gudeg ini dilangsungkan diskusi para ahli karst, berkaitan dengan rencana pendirian pabrik semen di Gunem.

Namun kelompok penolak investasi pabrik semen urung datang karena mereka menghendaki datang dalam jumlah besar. Sementara pihak Semen Indonesia, hanya mampu mengakomodasi perwakilan lima hingga sepuluh orang dari kelompok warga yang menentang pabrik semen.

Pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk akan dibangun di wilayah hutan, antara Desa Kajar Kecamatan Gunem dengan Desa Kadiwono Kecamatan Bulu. PT Semen Indonesia tetap melanjutkan proses pendirian pabrik semen di daerah ini dengan dalih telah patuh pada 35 peraturan.

Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah Teguh Dwi Prasetyo menyebut Gunem tidak termasuk kawasan karst. Demikian pula Cekungan Watu Putih. Namun Watu Putih diakuinya masuk Pegunungan Kendeng. Meski demikian, sebagian warga penentang pabrik semen tetap menolak investasi yang dianggap tidak pro-lingkungan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan