Pabrik Sampoerna Tutup, Petani Khawatir Susah Jual Tembakau

Sabtu, 24 Mei 2014 | 15:24 WIB
Petani Tembakau Rembang. (Foto:Puji)

Petani Tembakau Rembang. (Foto:Puji)

SULANG, MataAirRadio.net – Petani tembakau di Kabupaten Rembang mengaku khawatir komoditas yang ditanamnya susah dijual akibat penutupan pabrik PT HM Sampoerna di Jawa Timur. Petani di kabupaten ini menanam tembakau secara kemitraan dengan PT Sadana Arif Nusa, perusahaan pemasok tembakau ke PT HM Sampoerna.

Maryono, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Rembang membenarkan banyak petani yang mengaku khawatir harga tembakau akan turun akibat penutupan dua pabrik Sampoerna di Lumajang dan Jember. Petani juga khawatir bakal susah menjual tembakau.

Pihaknya sudah berusaha mengonfirmasikan kekhawatiran petani kepada pihak Sadana Arif Nusa. Menurut Maryono, secara harga, tak akan ada penurunan, bahkan bisa naik, selagi kualitas tembakaunya memenuhi kualifikasi.

Secara penjualan pun, Maryono menyebut Sadana menerima hasil panen petani sesuai luasan tembakau yang 2.500 hektare untuk tahun ini. Tugas petani tembakau Rembang, kini tinggal mempertahankan kualitas. Sebab tembakau Rembang terbilang sudah rendah tar dan nikotin.

Sebelumnya, petani tembakau di Kabupaten Rembang telah diminta agar tidak meresahkan dampak penutupan pabrik rokok Sampoerna di dua kabupaten di Jawa Timur. Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang menyebut penutupan pabrik itu tidak mempengaruhi perkebunan tembakau di kabupaten ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin mengaku sudah menghubungi pihak PT Sadana Arif Nusa berkaitan dengan dampak penutupan dua pabrik rokok Sampoerna di Jawa Timur.

Menurut Suratmin, dari hasil konfirmasi dengan pihak PT Sadana Arif Nusa, dua pabrik yang ditutup, selama ini memproduksi sigaret kretek tangan. Sementara, tembakau dari petani Rembang, dipasok untuk produksi sigaret kretek mesin atau rokok berfilter.

Suratmin tetap mewanti-wanti petani tembakau di Rembang. Petani perlu menjaga kualitas dari tembakau yang mereka tanam dan panen nanti. Petani diminta untuk tidak coba-coba menyelundupkan tembakau dari petani luar daerah.

Petani juga diminta untuk menanam tembakau di lahan hanya sebagaimana yang telah diajukan dan disetujui pihak Sadana. Tahun ini, PT Sadana Arif Nusa telah menyepakati suplai bahan baku dari hasil 2.500 hektare lahan tembakau di Rembang.

PT HM Sampoerna Tbk memutuskan untuk menutup dua dari tujuh pabrik sigaret kretek tangan (SKT) da melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.900 karyawannya. Terhitung sejak tanggal 31 Mei 2014, PT Sampoerna menutup pabrik SKT di Kabupaten Jember dan Lumajang. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan