Pabrik Pengolah Jagung akan Dibangun di Rembang

Rabu, 15 November 2017 | 17:03 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memberikan sambutan pada acara Dinamika Pembangunan di Pendapa Kecamatan Pancur pada Rabu (15/11/2017). (Foto : mataairradio.com)

 

PANCUR, mataairradio.com – Sebuah pabrik pengolahan jagung akan dibangun di wilayah Kabupaten Rembang pada tahun depan.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, saat ini investor yang bakal mendirikan pabrik tersebut tengah mencari lokasi yang sesuai untuk dijadikan tempat produksinya, yaitu di wilayah Kecamatan Sedan dan Kecamatan Pamotan.

Menurutnya, dua wilayah tersebut merupakan sentra tanaman jagung di Kabupaten Rembang.

“Diperkirakan mulai beroperasinya tahun 2018. Nantinya pabrik tersebut akan memudahkan petani dalam menjual jagungnya,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Dinamika Pembangunan di Pendapa Kecamatan Pancur pada Rabu (15/11/2017).

Bupati menjelaskan, pihak pabrik akan didorong untuk menerima jagung utuh yang belum dirontokkan dari “janggelnya”.

Menurutnya, dari segi harga jual, dengan adanya pabrik pengolahan jagung, petani cukup diuntungkan.

Berdasarkan informasi, harga untuk jagung panen basah Rp2.800 per kilogram, sedangkan kalau dijual sekaligus “janggelnya” Rp2.000 per kilogram.

“Jika satu hektar dapat enam ton dikalikan Rp2.800 maka sudah mendapat sekitar Rp20 juta, sedangkan untuk biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani cukup Rp3 juta sampai Rp4 juta,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang Suratmin menambahkan, pihak pabrik dimungkinkan menerima berapapun jumlah jagung dari petani.

Menurutnya, petani tidak perlu menjemur jagungnya terlebih dulu sebelum dijual.

“Nanti jagungnya itu bisa langsung dibawa dan diolah disana, dijadikan pakan ternak. Kalau dibawa pulang takutnya ada jamur aflatoksin. Nantinya yang ditampung pabrik itu adalah jagung hibrida,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan