Pabrik Beton VUB Akhirnya Hengkang dari Nyikaran

Selasa, 2 Juni 2015 | 17:19 WIB
Batching Plant PT Varia Usaha di Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang. (Foto Pujianto)

Batching Plant PT Varia Usaha di Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang. (Foto Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Pabrik beton milik PT Varia Usaha Beton akhirnya hengkang dari Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang.

Hal ini setelah perusahaan terus-terusan diprotes warga gara-gara menyalahi ketentuan jam operasional dan lokasinya terlalu dekat dengan permukiman.

Sujoko, tokoh warga yang selama ini memprotes keberadaan PT VUB menuturkan, pabrik beton itu sudah tidak lagi beroperasi sejak 28 Mei kemarin.

“Kami tahu setelah tidak ada lagi suara bising mesin pada siang maupun malam hari. Aktivitas pabrik juga tampak sepi,” ungkapnya kepada mataairradio.

Meskipun tidak mendapatkan pemberitahuan melalui surat resmi dari pihak perusahaan, Sujoko tidak mau bergembira secara berlebihan.

“Bagaimanapun, kami harus menghargai warga lain yang sempat bekerja di pabrik beton itu. Soal beberapa truk yang masih bertahan di sekitar pabrik, saya tak tahu,” katanya.

Kepala Dusun Nyikaran Haryanto juga mengatakan, VUB memang berhenti beroperasi sejak Kamis 28 Mei lalu. Dari informasi yang diterimanya, PT VUB pindah di wilayah Kecamatan Gunem, dekat dengan tapak pabrik.

“Persisnya dimana, kami tidak tahu. Katanya di daerah Tegaldowo,” ungkapnya.

Dia pun membenarkan, belum semua material pabrik dipindahkan. Ada sebagian material yang masih ada di Nyikaran. Sejumlah truk berukuran besar yang biasa dipakai untuk mengangkut beton, juga memang masih ada.

“Sepanjang yang saya tahu, bekas pabrik beton itu akan dipakai untuk parkiran truk semen,” bebernya.

Setelah pabrik beton milik PT VUB itu pindah, pihak dusun berharap agar kasus di Nyikaran ini bisa dijadikan pelajaran bagi investor lainnya.

“Paling tidak jika investor mau menanamkan modal atau membangun pabrik, agar melibatkan warga dalam hal ini diajak bicara secara baik-baik. Jangan meremehkan,” tegasnya.

Manajer Operasional PT Varia Usaha Beton Sugeng Kusheri belum mau mengonfirmasi mataairradio, terkait dengan kepindahan pabriknya dari Nyikaran.

Tetapi, dalam sebuah perbincangan dengan reporter radio ini beberapa waktu lalu, Sugeng menyebut, pabriknya memang harus pindah.

Hal itu jika protes dari warga tak kunjung berhenti. Sugeng beralasan, jika pabrik terlalu lama bertahan dalam kondisi di bawah tekanan protes yang tidak menoleransi operasional sampai larut malam, maka pasokan beton ke proyek pembangunan pabrik semen, akan tersendat.

Sedangkan kasus terkait pabrik beton itu bergulir sejak Oktober 2014. Ketika itu, warga merasa tidak dilibatkan dalam proses perizinan pabrik beton.

Itu terbukti dari kegiatan sosialisasi dimana tanda tangan warga yang hadir, diklaim semua mendukung pendirian pabrik beton. Padahal tidak semuanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan