Orok Pandangan Kulon Dikubur, Dugaan Pelaku Mengarah

Senin, 22 Februari 2016 | 19:46 WIB
Salah seorang petugas polisi ikut mengubur orok yang ditemukan warga pada Sabtu 19 Februari 2016, Senin (22/2/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Salah seorang petugas polisi ikut mengubur orok yang ditemukan warga pada Sabtu 19 Februari 2016, Senin (22/2/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Orok atau bayi berusia 4 bulan kandungan yang dibuang oleh seseorang dan akhirnya ditemukan warga Pandangan Kulon Kecamatan Kragan pada Sabtu pagi 19 Februari lalu, akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat, Senin (22/2/2016) pagi.

Orok yang saat ditemukan pertama kali sempat dikira kodok oleh anak-anak, dimakamkan setelah diterima pihak desa dari pihak kepolisian, Minggu (21/2/2016) petang kemarin.

“Sebelum dimakamkan, pihak desa memberi nama Abdullah bagi orok yang dinyatakan berjenis kelamin laki-laki,” ungkap Modin Desa Pandangan Kulon Hakim kepada reporter mataairradio.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejak temuan orok, hingga kini masyarakat masih terus memperbincangkan kasus tersebut. Ada sekitar 10 rumah di sekitar selokan tempat ditemukannya orok yang kini sedang didata oleh polisi.

Melihat adanya penyelidikan oleh polisi, warga memiliki dugaan awal. Menurut Hakim, warga memprediksi, janin itu dibuang di saluran kamar mandi dan terhanyut hingga selokan.

“Dugaan itu berdasarkan kondisi orok yang saat ditemukan kali pertama tanpa wadah apapun dan ari-arinya lengkap,” terangnya.

Jika dibuang lewat kamar mandi, maka besar kemungkinan, jarak rumah dengan selokan tempat temuan orok, tidak jauh.

Hal itu lantaran jarak 2o meter turut ke selatan selokan, sudah terdapat penyekat got terbuat dari jari-jari besi yang rapat. Sampah dari selatan jari-jari itu akan menyangkut.

Modin enggan menyebutkan warganya yang hamil dan tinggal di dekat lokasi temuan orok. Namun ada seseorang yang kini dicurigai warga.

Ia tak mau mendahului kesimpulan pihak kepolisian yang saat sekarang masih melakukan penyelidikan mengenai kasus orok tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, orok yang ditemukan itu diduga belum genap sehari dibuang. Dugaan itu berdasarkan kondisi orok dan ari-ari yang masih relatif segar.

Dokter Tutik Mardiyana dari Puskesmas Kragan II menyatakan, bayi itu berusia sekitar 4 bulan kandungan sebelum dilahirkan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan