Orang Tua Siswa Diteror Penipu Modus Kecelakaan

Selasa, 27 Oktober 2015 | 18:08 WIB
Ilustrasi. (Foto: kompasiana.com)

Ilustrasi. (Foto: kompasiana.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Upaya penipuan lewat sambungan telepon dengan modus mengabarkan anggota keluarga tertimpa kecelakaan, lalu meminta calon korban mengirim sejumlah uang, kembali terjadi di Rembang.

Kali ini dialami oleh sejumlah orang tua siswa di SMA Negeri 1 Rembang, dalam beberapa hari belakangan ini.

Beberapa orang tua selamat dari upaya penipuan karena tidak gampang percaya, tetapi konon ada salah satu orang tua yang kena tipu hingga Rp5 juta.

Supriyadi, warga Desa Soditan Kecamatan Lasem, Selasa (27/10/2015) siang mengaku sempat dihubungi secara beruntun oleh beberapa orang yang mengabarkan anaknya yang sekolah di SMA Negeri 1 Rembang kecelakaan dan gegar otak.

Meski tak sampai kena tipu, tapi kabar dari penelepon dengan peran masing-masing, mulai dari pengabar pertama, lalu yang mengaku guru SMA 1, dan mengaku dokter RSUD dr R Soetrasno Rembang, pada Senin (26/10/2015) kemarin, sempat membuatnya kaget dan syok.

“Sempat syok, tapi lega setelah saya mengecek ke sekolah dan anak saya di kelasnya dan tidak terjadi apa-apa,” katanya.

Supriyadi mengaku sempat bertanya kepada sekolah, apakah ada guru bernama Dewi di SMA Negeri 1 Rembang? Memang ada nama Dewi, tetapi tak ada kaitan dengan upaya penipuan tersebut.

Demikian juga dengan yang disebut sebagai dokter Gunawan di RSUD dr R Soetrasno Rembang. Hal itu diduga hanya akal-akalan dari penipu saja.

Dia lantas berbagi tips agar terhindar dari upaya penipuan dengan modus tersebut. Menurutnya, orang tua agar tetap tenang. Lalu, kroscek ke anggota keluarga yang dikabarkan kecelakaan.

“Kontak dulu nomor ponsel anggota keluarga yang dikabarkan kecelakaan. Kalau dekat, datangi langsung dulu. Intinya tenang dulu, dan jangan mudah percaya,” katanya.

Tetapi masih tersisa pertanyaan di benaknya. Dari mana penipu mendapatkan data dengan nama siswa secara lengkap berikut nama orang tua dan nomor telepon seluler?

“Yang saya heran, itu yang menelepon seolah tahu banget. Tahu nama anak saya lengkap dan nama saya. Saya berharap kepada sekolah, agar melindungi data pribadi siswa, sehingga tidak bocor ke orang yang tak bertanggung jawab,” katanya.

Humas SMA Negeri Rembang Siti Jumiatun mengaku sudah melakukan langkah-langkah, setelah kasus upaya penipuan melalui telepon terjadi pada orang tua siswanya.

“Mencatat pengaduan orang tua dan nomor penelepon. Memberi pengumuman pada siswa agar orang tua mewaspadai teror semacam itu dan memberi edaran kepada orang tua, agar tidak percaya telepon tersebut sebelum konfirmasi dengan pihak sekolah,” ujar Jumiatun.

Menurut sumber radio ini, tercatat ada empat orang tua siswa yang menjadi korban upaya penipuan secara bergelombang, Senin 26 Oktober kemarin.

Sebelumnya pada Sabtu 24 Oktober lalu, upaya penipuan juga dialami orang tua siswa yang lain. Polisi belum mendapat laporan ini.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan