Orang Gila Diduga Bakar Sampah Pemicu Ludes Pabrik Gula Tumbu

Saturday, 4 October 2014 | 11:49 WIB
Seorang pengidap gangguan jiwa yang diamankan polisi dari peristiwa kebakaran pabrik gula tumbu di Desa Karangharjo Kecamatan Sulang, Jumat (3/10) malam. (Foto: Pujianto)

Seorang pengidap gangguan jiwa yang diamankan polisi dari peristiwa kebakaran pabrik gula tumbu di Desa Karangharjo Kecamatan Sulang, Jumat (3/10) malam. (Foto: Pujianto)


SULANG, MataAirRadio.net –
Seorang pengidap gangguan jiwa diduga membakar sampah yang berakibat pada ludes satu unit pabrik gula tumbu berikut sekitar 5,2 ton gula merah milik Sulasmin (40), warga RT 2 RW 3 Desa Karangharjo Kecamatan Sulang, Jumat (3/10) sekitar pukul 22.30 WIB.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, awalnya ada seorang gelandangan psikosis bukan warga setempat yang berlalu-lalang di Desa Karangharjo. Jumat (3/10) sore, gelandangan yang bersangkutan sempat diketahui membakar sampah di dekat barak pembuatan gula tumbu milik Kaswadi.

“Sorenya (sebelum kejadian, red), warga sudah sempat memadamkan api dari pembakaran sampah yang dilakukan orang gila yang tak diketahui darimana asalnya ini. Api berhasil dipadamkan dan orangnya diusir, tetapi tidak diikuti sampai Jalan Raya Sulang,” ujar Maryono, warga Karangharjo.

Hingga akhirnya sekitar pukul 22.30, dua orang warga Desa Karangharjo, Ladi dan Hadi yang melintasi di dekat barak gula tumbu milik Sulasmin, melihat api menyala. Kedua orang ini segera berusaha memadamkan api. Namun si jago merah cepat merambat karena banyak sampah bekas penggilingan tebu.

Yasmin, warga Karangharjo lainnya yang kemudian juga tahu kebakaran, datang beramai-ramai bersama warga ke tempat kejadian dan mengabarkan ini ke Sulasmin, yang seorang Kepala Dusun di Karangharjo.

Api tetap saja sulit dikendalikan, sehingga seluruh bangunan barak berukuran 7×14 meter berbahan kayu jati ludes. Di dalam pabrik yang ludes ini terdapat 40 tombong gula tumbu dengan bobot 130 kilogram per tombong.

“Jika harga gula tumbu saat sekarang Rp4.800-4.900 per kilogram, maka kerugian dari gula saja mencapai Rp25 juta. Kalau bangunannya senilai Rp30 juta,” kata Maryono yang Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat Konco Tani.

Menurut keterangan para saksi, setelah terjadinya kebakaran, ada seseorang tak dikenal berlari keluar dari sekitar lokasi kebakaran. Warga dan saksi yang curiga akhirnya menangkap dan mengamankan orang tersebut serta menyerahkannya ke polisi.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap orang yang diamankan sebagai terduga pelaku pembakaran diketahui mengalami gangguan jiwa,” kata Kapolsek Sulang AKP Mohammad Mansur.

Hingga Sabtu (4/10) pagi, seorang gelandangan psikosis yang memakai celana warna putih dan baju warna hijau ini masih diamankan di Mapolsek Sulang. Tak ada satu pun kartu identitas yang bisa didapatkan polisi dari yang bersangkutan. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan