Operasi Laut Rembang di 2014 Minim

Rabu, 29 Januari 2014 | 16:17 WIB
Sejumlah jaring yang diserahlan nelayan kepada aparat. (Foto:puji)

Sejumlah jaring yang diserahlan nelayan kepada aparat beberapa waktu lalu. (Foto:puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Operasi laut di Perairan Rembang pada tahun ini akan minim dilakukan. Sebab, pelaksanaan operasi hanya dilakukan enam kali dalam satu tahun. Padahal idealnya, setiap bulan perlu diadakan operasi laut.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang Letda Hartono mengatakan, operasi laut diperlukan antara lain untuk menjamin tidak adanya alat tangkap terlarang seperti pukat harimau atau jarik cotok yang digunakan nelayan. Tingkat operasi yang minim, tidak efektif untuk menekan penggunaan cotok.

Menurutnya, laporan dari sebagian nelayan terus mengalir dan menyebut jaring cotok masih dioperasikan secara gencar. Apabila penggunaan jaring cotok dibiarkan, di lapangan akan muncul ketegangan antar-nelayan. Ketegangan bisa berujung geger antar-kampung nelayan.

Belum lagi, penggunaan alat tangkap sejenis pukat harimau ini merusak lingkungan berupa biota dan ekosistem laut serta melanggar aturan. Hartono berharap, Pemerintah Kabupaten Rembang mendukung pencegahan kerusakan biota laut dengan menambah trip operasi.

Selain pelaksanaan operasi laut akan minim, sarana kegiatan juga dikeluhkan. Letda Hartono menyebut, operasi laut yang selama ini digelar, hanya memanfaatkan jenis perahu cepat atau speed boat. Sementara speed boat di Pos Angkatan Laut Rembang, kini rusak dan masih dalam perbaikan sehingga belum bisa digunakan.

Menurut pihak TNI Angkatan Laut, operasi laut mestinya didukung oleh perahu karet. Selama ini, pada beberapa kali operasi, perahu karet yang digunakan masih mengandalkan milik Dinas Perhubungan. Dia berharap, Pemkab membantu memenuhi ketersediaan perahu karet.

Hartono menekankan, speed boat tidak cukup mampu mendukung operasi laut dengan trip mulai Rembang hingga Sarang. Padahal di tahun ini, kegiatan penertiban jaring cotok akan difokuskan di perairan wilayah timur Rembang.

Kepala Seksi Pengelolaan Pemberdayaan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Sunyoto mengaku perlu lebih dulu membuka rencana kerja anggaran untuk memastikan intensitas operasi laut. Dia juga belum bisa memastikan apakah jumlah operasi laut bisa ditambah, jika dianggap kurang, termasuk mekanismenya.

Terkait operasi laut yang difokuskan pada penertiban jaring cotok, Sardi, tokoh nelayan di Desa Tritunggal Kecamatan Rembang berharap pula kepada Pemerintah, agar mengimbanginya dengan penggantian alat tangkap yang legal. Seringkali penertiban tidak diikuti dengan solusi bagi nelayan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan