Operasi Keselamatan 2019 Dimulai 29 April – 12 Mei 2019

Senin, 29 April 2019 | 19:34 WIB

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Roy Irawan (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pelaksanaan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2019 oleh Satuan Lalu Lintas Polres Rembang digelar selama 14 hari. Sejak Senin (29/4/2019) hingga Ahad (12/5/2019).

Wakil Kepala Polres Rembang Kompol Sumaryono, melalui Kepala Satuan Lalu Lintas AKP Roy Irawan menjelaskan, Operasi Keselamatan Tahun 2019, bertujuan menciptakan kondisi aman pasca pemilu dan persiapan pelaksanaan pengamanan Idul Fitri mendatang.

Roy mengungkapkan, sasaran utama dalam operasi keselamatan kali ini adalah, penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, seperti melanggar rambu-rambu lalu lintas, tidak menggunakan helm, dan menggunakan telepon genggam saat berkendara.

“Dengan sasaran adalah cipta kondisi pasca pemilu dan menjelang kegiatan operasi ketupat pelaksanaan pengamanan idul fitri. Jadi ini adalah mengembalikan masyarakat untuk patuh pada taat aturan hukum,” terangnya.

Kemudian, juga bagi pengemudi yang tidak menggunakan sabuk keselamatan, serta kendaraan yang dipasangi rotator atau lampu isyarat, akan dilakukan penindakan.

Ia berharap, dengan digelarnya operasi keselamatan lalu lintas, nantinya pada pelaksanaan mudik lebaran tahun 2019, masyarakat sudah patuh hukum, sehingga angka kecelakaan lalu lintas di kabupaten dapat berkurang.

“Nantinya pada pelaksanaan mudik tahun 2019 lebaran ini masyarakat sudah patuh hukum. Angka kecelakaan lalu lintas bisa kita kurangi. Ini adalah tujuannya operasi keselamatan,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai larangan merokok pada saat berkendara, Roy membenarkan, bahwa hal tersebut sudah diatur di dalam undang-undang lalu lintas.

Menurutnya, berkendara sambil merokok atau menggunakan telepon genggam dapat mengganggu konsentrasi pengendara, sehingga dilarang.

“Memang untuk larangan merokok di sana ada aturan hukumnya, yang mengatur terkait dengan keselamatan. Jadi orang dalam mengemudikan kendaraan bermotor tidak boleh beraktivitas lain karena menggangu konsentrasi.

Menggunakan hp, rokok, itu adalah termasuk menganggu konsentrasi. Aturan hukumnya sudah ada, patokannya sama, di dalam undang-undang lalu lintas itu sudah ada,” terangnya, Senin (29/4/2019) pagi.

Larangan merokok saat berkendara diatur melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Roy mengungkapkan, penerapan peraturan tersebut, baru sebagian Polres yang menerapkan. Di Rembang sendiri, baru akan disosialisasikan melalui operasi keselamatan kali ini.

“Memang sudah ada undang-undangnya, tetapi penerapannya baru sebagian polres yang menerapkan, karena apa sebagian kendaraan yang menggunakan AC, kemungkinan mau merokok kecil.

Kita sasarannya untuk menumbuh kembangkan mereka, untuk sadar bahwasannya rokok itu juga menggangu konsentrasi juga mengganggu polusi udara. Nanti dalam operasi ini sambil kita berjalan akan kita sosialisasikan,” pungkasnya.

Berdasarkan catatan pihak kepolisian, selama tahun 2018 korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Rembang sebanyak 1134 orang, atau terjadi penurunan tren sebesar 29 persen dari tahun 2017.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan