Ombudsman Terbitkan Catatan Atas Berkas K-2 Rembang

Minggu, 18 Mei 2014 | 18:06 WIB
Ombudsman Republik Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah. (Foto:http://pro1.rrisemarang.co.id)

Ombudsman Republik Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah. (Foto:http://pro1.rrisemarang.co.id)

REMBANG, MataAirRadio.net – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah akan menerbitkan catatan terhadap pengiriman berkas CPNS dari honorer kategori dua atau K-2 di Kabupaten Rembang.

Catatan itu berupa rekomendasi kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) agar memverifikasi ulang berkas yang telah dikirim oleh Pemkab Rembang pada 9 Mei lalu. Kepala Ombudsman Jawa Tengah Achmad Zaid menyatakan akan segera mengirim rekomendasi tersebut.

Pengiriman berkas mengesankan bahwa Pejabat Pembina Kepegawaian yakin dengan kebenaran data honorer K-2. Namun saat berkas telah dikirim, maka risiko terhadap permasalahan yang mungkin muncul, menjadi tanggung jawab Pejabat dan honorer yang bersangkutan.

Zaid lantas membandingkan sikap Pemkab Rembang dengan Pemkab Kudus dan Blora dalam menyikapi tudingan permasalahan terkait K-2. Di saat muncul tudingan miring, dua Pemkab tetangga Rembang ini, langsung tampil buka-bukaan dengan melakukan verifikasi faktual.

Verifikasi faktual menjadi instrumen strategis bagi Pemkab untuk menjawab tudingan dugaan pemalsuan data honorer K-2. Jika verifikasi itu tak dilakukan, patut diduga ada ketakutan yang ditutupi. Padahal verifikasi 201 orang honorer K2 yang lolos CPNS dari Kabupaten Rembang, tidak butuh waktu lama.

Pihak Ombudsman juga menunjukkan temuan pemalsuan SK honorer K-2 di Blora dan Kudus melalui verifikasi faktual. Hal yang sama pun muncul di Jepara dan Pati. Mestinya Pemkab Rembang pun berlaku sama, agar semua tudingan terkait K-2 bisa tuntas.

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz sebelumnya menyoal tulisan di berbagai media yang menganggap sikapnya tetap mengirim berkas CPNS honorer K2, sebagai tindakan melawan Ombudsman. Yang dilakukannya sebatas keyakinan bahwa tak ada masalah dengan K-2 di Rembang.

Pihaknya siap menggelar verifikasi faktual sewaktu-waktu, namun tidak pernah ada tanggal pasti mengenai kesiapan itu. Pada kesempatan lain Hafidz mengaku sempat gemetar ketika menandatangani surat keterangan tanggung jawab mutlak (SKTM).

Namun gemetar itu, menurutnya, bukan berarti ada yang salah dengan honorer kategori dua yang berkasnya telah diajukan guna mendapat NIP. Menurutnya, perasaan takut, wajar dialami oleh setiap manusia. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan