Ombak Besar, Pesiar Laut Rembang Dilarang

Saturday, 9 July 2016 | 20:23 WIB
Jetty baru di Objek Wisata Pantai Karangjahe di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Sabtu (2/4/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Jetty baru di Objek Wisata Pantai Karangjahe di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Sabtu (2/4/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tradisi pesiar laut menggunakan perahu-perahu kecil atau lomban pada saat libur Lebaran dilarang dilakukan seiring ombak besar di Perairan Laut Rembang, akhir-akhir ini.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menyatakan sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak di antaranya TNI Angkatan Laut menyangkut prakiraan cuaca dari BMKG mengenai prediksi ketinggian gelombang 1,3 meter di Perairan Utara Jawa.

“Mulai tanggal 30 Juni hingga 14 Juli, ombak 1,3 meter. Agak rawan menurut prakiraan dari BMKG. Kami sudah koordinasi dengan Kamla, Basarnas, dan BPBD mengantisipasi dampak bahaya gelombang bagi wisata perairan,” ujarnya.

Ia juga menyatakan sangat menyarankan agar tidak mengakses wisata pesiar laut ke pulau-pulau kecil di wilayah Perairan Rembang, termasuk agar tidak seenaknya mandi di laut, terutama bagi anak-anak yang tanpa disertai pengawasan orang tua.

“Karena tidak memungkinkan ya jangan (berpesiar dengan perahu-perahu kecil dan mandi di laut). Kita sudah imbau hal itu kepada pengelola objek wisata pantai,” tegasnya kepada para awak media.

Seperti diketahui, tradisi lomban kerap menjadi sasaran atau pilihan para pelancong saat berkunjung di objek wisata pantai di Kabupaten Rembang, misalnya di Taman Rekreasi Pantai Kartini dan Pantai Karangjahe.

Murwadi, pengelola objek wisata Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang membenarkan adanya larangan lomban bagi wisatawan lantaran cuaca di laut sedang buruk karena ketinggian gelombang rata-rata satu meter, bahkan kadang mencapai dua meter.

“Ombak memang tidak menentu dan angin juga kencang. Kami sudah melarang penyedia perahu jasa pesiar agar tidak melayani lomban. Khawatir terjadi kecelakaan laut kalau nekat,” tegasnya.

Ia menyebutkan, sejak libur pertama Lebaran hingga Sabtu (9/7/2016), larangan pesiar laut ke pulau-pulau kecil di Perairan Rembang antara lain di Pulau Karang, belum dicabut.

“Mengingat prediksi BMKG, ombak besar sampai tanggal 14 (Juli 2016), maka saat puncak Syawalan hari Rabu (13/7/2016), mungkin juga masih ada larangan lomban. Kita nggak mau ambil risiko,” pungkasnya menekankan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan