Oknum Guru Di Sale Diduga Melakukan Tindakan Pelecehan Seksual

Selasa, 2 Oktober 2018 | 19:21 WIB

Ilustrasi (Foto: deviantart.com)

 

 

SALE, mataairradio.com – Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan kejadian memalukan yang dilakukan oleh salah seorang oknum guru olahraga pada salah satu SMP di Kecamaan Sale.

Diduga AW (30) warga Desa Mrayun telah melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya yang masih berusia 14 tahun atau kelas IX SMP.

Sekretaris Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Rembang Heru Irianto mengungkapkan bahwa modus yang dilakukan yaitu ketika oknum tersebut sedang mengajar olahraga, salah seorang siswinya diminta untuk mengambil bola di gudang.

Setelah siswi tersebut menuju gudang, oknum guru itu mengikutinya dari belakang. Dan di dalam gudang terjadi pelecehan seksual walaupun belum sampai berhubungan suami istri karena siswi keburu berteriak.

“Komnas PA akan terus mengawalnya Mas,” tegasnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang, Sururi menyesalkan kejadian tersebut. menurutnya, guru seharusnya jadi pendidik yang baik dan memberi suri tauladan.

Pihaknya sudah turun ke lapangan untuk mencari informasi, dan sampai saat ini AW telah di pecat dari SMP tersebut. AW sendiri statusnya merupakan salah satu guru honorer.

Ia menekankan pada para guru agar menjaga marwah dan profesionalitas, sehingga batas antara guru dan murid lebih diperhatikan.

“Kuncinya ada di pendidikan karakter Mas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Rembang Ipda Rukmini menjelaskan kasus tersebut hingga kini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

Pihaknya masih dalam tahapan pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi dan yang diduga para korban lainnya. Terhadap pelaku sendiri sampai saat ini masih belum dilakukan penangkapan.

“Penyelidikan terakhir ternyata korban sudah banyak yaitu berjumlah 18 anak Mas,” pungkasnya.

 

 
Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan