Oknum Anggota DPRD Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi

Selasa, 28 April 2015 | 18:53 WIB
Tiga tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah musala fiktif di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan saat diperiksa di Kejaksaan Negeri Rembang. (Foto: Pujianto)

Tiga tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah musala fiktif di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan saat diperiksa di Kejaksaan Negeri Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Oknum anggota DPRD Rembang Mochammad Nur Hasan alias NH ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah musala fiktif oleh kejaksaan negeri (Kejari) setempat. Dugaan korupsi ini disebut merugikan keuangan Negara sebesar Rp40 juta.

Menurut Kepala Kejari Rembang I Wayan Eka Putra melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Eko Yuristianto, Selasa (28/4/2015) pagi, anggota dewan dari Partai Hanura ini ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (27/4/2015) kemarin. Kejari telah mengantongi bukti kuat untuk menjerat NH.

NH ditetapkan sebagai tersangka setelah Ali Ma’sum, Salimun, dan M Solikul Anwar mengungkap keterlibatan Nur Hasan. Padahal ketiga tersangka yang telah ditahan itu, sebelumnya bungkam soal keterlibatan NH. Eko menduga selama ini ketiganya ditekan oleh Nur Hasan.

“Alat bukti dan keterangan saksi sudah cukup. Ini pengembangan dari tersangka yang sudah kita tahan. (Di awal) mereka tertutup karena ada tekanan. Ini mereka mau membuka bukan karena kami tekan,” bebernya.

Dugaan keterlibatan Nur Hasan dalam kasus dugaan korupsi dana hibah musala fiktif di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan sudah tercium sejak lama. Untuk diketahui saja, baik Ali, Salimun, maupun Anwar, merupakan anak buah Nur Hasan di CV Safiya.

Perusahaan persekutuan ini merupakan bentukan NH bersama istrinya. CV ini juga tercatat kerap menggarap proyek-proyek pemerintah. Jika kemudian nama ketiga pegawainya itu tercantum dalam sebuah proposal fiktif, maka sinyal keterlibatan Nur Hasan langsung mencuat.

“Kami menilainya ketiga pegawai itu hanya diperalat oleh NH karena ketidaktahuan dan mutu sumber daya manusia yang rendah. Kami sudah layangkan surat panggilan untuk NH guna diperiksa sebagai tersangka pada Rabu (29/4/2015) ini,” katanya.

Lalu apakah Nur Hasan akan langsung ditahan atau tidak saat dipanggil untuk diperiksa nanti, Eko tidak bisa memastikan. Menurutnya, NH akan diperiksa secara intensif.

“Keterangannya akan kami cocokkan dengan pengakuan para tersangka lain,” tandasnya.

Eko menambahkan, Nur Hasan akan dijerat dengan persangkaan pelanggaran Pasal 2 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya minimal dua tahun penjara.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan