Objek Wisata Paling Banyak Dikunjungi di Rembang

Monday, 3 July 2017 | 17:48 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz melepas balon ke udara tanda dibukanya tradisi Syawalan tahun 2017 di halaman Taman Rekreasi Pantai Kartini, Senin (3/7/2017). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang mencatat kunjungan 225.700 orang wisatawan di berbagai objek wisata di daerah ini selama rentang Ramadan hingga libur panjang Lebaran 1438 Hijriah.

Kepala Dinbudpar Kabupaten Rembang Dwi Purwanto menyebutkan, wisatawan paling banyak berkunjung di Pantai Karangjahe Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang atau sebanyak 100.000 orang, disusul Taman Rekreasi Pantai Kartini dengan 50.000 orang.

Di peringkat ketiga, menurut catatan Dinbudpar, Pantai Caruban Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem 20.000 orang wisatawan, Hutan Mangrove Pasarbanggi 10.000 orang, Pantai Nyamplung Desa Tritunggal Kecamatan Rembang 6.000 orang, dan Pantai Balongan Kragan 6.000 orang.

“Pantai Benowo Wates Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori dikunjungi 5.000 orang, Watu Congol Desa Selopuro Kecamatan Lasem 5.000 orang, wisata Kajar Kecamatan Lasem 3.500 orang, lalu Wisata Waduk Panohan 3.200 orang, dan Makam RA Kartini di Desa Bulu Kecamatan Bulu 3.000 orang,” katanya.

Selain itu, pada pemaparan saat pembukaan tradisi Syawalan di halaman Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang, Senin (3/7/2017), pihak Dinbudpar juga melaporkan catatan kunjungan di Wana Wisata Mantingan Kecamatan Bulu 2.500 orang, Pantai Dasun Kecamatan Lasem 1.500 pengunjung, serta Museum RA Kartini 1.000 orang.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, banyaknya destinasi wisata yang mulai tumbuh di daerah ini merupakan harapan baru bagi masyarakat setempat sebab pengembangan potensi wisata menumbuhkan tingkat perekonomian warga.

Menurutnya, tradisi Swayalan ini merupakan momentum strategis untuk mempromosikan kepariwisataan dan budaya yang ada di Kabupaten Rembang, namun mesti diimbangi dengan inovasi.

“Harus ada pembinaan dari dinas pariwisata, jangan sampai saling mematikan antara objek wisata yang satu dengan yang lain. Ini yang tidak kami harapkan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati berharap kepada pihak pengelola Taman Rekreasi Pantai Kartini agar bisa bersaing dengan objek wisata lain dan berani tampil beda. Sebab, objek wisata tersebut menjadi satu-satunya destinasi yang memberi kontribusi secara langsung bagi daerah sebesar satu miliar rupiah.

Terhadap objek wisata lainnya, Hafidz menilai, seluruhnya perlu dilakukan pengembangan. Ia pun memberi kritik bagi desa yang memiliki ego tinggi, sehingga ketika ada tawaran dari pihak lain untuk mengembangkan, desa merasa enggan karena khawatir potensi wisata lokal itu diambilalih pihak lain.

“Pemkab tidak akan mengambil alih potensi wisata di desa. Dari segi penambahan fasilitas, jika ditangani desa cenderung lambat. Hal itu bahaya ketika rasa bosan orang lebih cepat, maka objek wisata tersebut akan ditinggalkan,” tandasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan