Objek Wisata Alam Sendangcoyo Segera Buka Lagi

Senin, 5 Maret 2018 | 19:46 WIB

Jembatan gantung di objek wisata alam Sendangcoyo Kecamatan Lasem pada Jumat (2/2/2018). (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Objek wisata alam berupa flying fox dan jembatan gantung di Dukuh Kebon Desa Sendangcoyo Kecamatan Lasem segera dibuka lagi setelah satu bulan lebih ditutup gara-gara persoalan antara pihak pengelola dengan salah satu pemilik lahan.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbubpar) Kabupaten Rembang Chris Prasetyana membenarkan kabar tersebut.

Hal itu diperkuat dengan adanya surat keterangan perjanjian antara pemilik lahan dengan pihak pengelola sebagai syarat dibukanya kembali objek wisata tersebut.

Menurut Chris, surat keterangan tersebut saat ini masih di meja Kepala Dinbubpar.

“Menunggu untuk ditandatangani. Itu surat keterangan. Dinas semacam mengetahui,” katanya kepada mataairradio, Senin (5/3/2018).

Setelah ditandatangani, surat keterangan ini akan diserahkan kepada pengelola wisata atau pemerintah desa, agar objek wisata tersebut bisa dibuka lagi.

Mengenai kapan objek wisata alam Sendangcoyo dibuka secara lebih persis, Chris memperkirakan pada pekan ini.

Hanya saja wahana wisata jembatan gantung belum akan bisa dipakai.

Pasalnya, pemilik lahan yang berada tepat di bawah jembatan gantung, masih belum setuju jika objek wisata itu dibuka lagi.

“Jika terus buntu, solusi terakhirnya jembatan gantung ini dipindah saja,” tandasnya.

Objek wisata alam Sendangcoyo ditutup sejak akhir Januari 2018.

Penutupan objek wisata ini karena timbul persoalan antara pemilik lahan dengan pihak pedukuhan dan desa.

Pemilik lahan tidak menghendaki jembatan gantung melintas di atas tanahnya. Padahal sudah sempat ada kesepakatan bermaterai.

Akibat penutupan itu, banyak pengunjung yang kecele dan kecewa.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan