Nyawa Sopir Truk Lumajang Meregang di Pantura Rembang

Selasa, 16 Desember 2014 | 16:22 WIB
Jenazah sopir korban kecelakaan di Jalur Pantura Pasarbanggi Kecamatan Rembang saat berada di kamar mayat rumah sakit Rembang, Selasa (16/12/2014) pagi. (Foto: Akhmad Muhtarom)

Jenazah sopir korban kecelakaan di Jalur Pantura Pasarbanggi Kecamatan Rembang saat berada di kamar mayat rumah sakit Rembang, Selasa (16/12/2014) pagi. (Foto: Akhmad Muhtarom)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang sopir truk asal Desa Kebonsari Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang dilaporkan meregang nyawa seusai terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalur Pantura wilayah Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang pada Selasa (16/12/2014) sekitar pukul 05.00 WIB.

Sopir yang diketahui bernama Marsono (40), warga RT 41 RW 7 itu meninggal dunia karena mengalami luka parah.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun kejadian nahas itu bermula ketika korban yang mengemudikan truk bernomor polisi S 9588 UO melaju dari arah timur ke barat.

Ketika sampai di lokasi kejadian truk korban oleng ke kanan atau ke arah utara. Saat bersamaan dari arah berlawanan melaju truk tronton H 1867 CH yang dikemudikan oleh Jubaidi (58), warga RT 06 RW 01 Desa Krasak Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara.

Akibat jarak yang sudah dekat terjadilah tabrakan antara kedua kendaraan motor tersebut.

Akibat mengalami luka serius di bagian kaki kanan dan kiri, Marsono sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawa korban tidak tertolong karena meninggal dunia dalam perjalanan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Unit Kecelakaan Satlantas Polres Rembang, Iptu Muhammad Ismail membenarkan kejadian tersebut.

“Kami telah menggelar olah tempat kejadian perkara dan masih melakukan penyeldikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Atas kasus kecelakaan tersebut, dia mengimbau agar para pengemudi lebih waspada ketika melintas di jalur pantura. Apalagi, Pantura Pasarbanggi termasuk kawasan rawan kecelakaan lalu lintas.

 

Penulis: Akhmad Muhtarom
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan