Nyawa Siswi Berprestasi Terenggut di Embung Karangasem

Rabu, 25 Februari 2015 | 14:50 WIB
Ilustrasi (Foto:stluciatimes.com)

Ilustrasi (Foto:stluciatimes.com)

 
BULU, mataairradio.com – Nyawa seorang siswi berprestasi dari Desa Karangasem Kecamatan Bulu terenggut di embung desa yang baru satu tahun dibangun.

Siti Maesaroh (11) yang masih Kelas V SD, tewas tenggelam saat bermain air di embung sedalam 2,5 meter, Selasa (24/2/2015) sore kemarin.

Rabu (25/2/2015) pagi, jenazahnya dikebumikan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Kepala Desa Karangasem Rosyidi menuturkan, nahas itu bermula ketika korban bersama empat temannya bermain di embung, setelah mencuci di sendang, di bawah embung.

Korban yang baru saja menjuarai lomba lari tingkat kecamatan ini, kemudian hendak mencoba berenang, namun malah tenggelam.

“Teman korban segera berteriak meminta tolong. Seorang warga yang sedang mencangkul di dekat lokasi, sempat bergegas menolong. Namun nyawa korban tak terselamatkan,” bebernya.

Jarak embung dengan permukiman cukup dekat, hanya sekitar 50 meter. Embung ini belum berpagar keliling, sehingga memudahkan anak-anak bermain di tepi embung.

“Sebelumnya kami sudah pernah memberi imbauan kepada warga agar tak membiarkan anak-anak bermain di embung,” katanya.

Dia berharap, kejadian ini tidak akan pernah terulang. Rosyidi mengaku belum berpikir untuk mengupayakan pemagaran keliling embung.

“Yang sekarang ini akan kami lakukan adalah menggiatkan imbauan kepada para orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anaknya,” tegasnya.

Pihaknya juga berencana memasang papan peringatan bagi warga agar tidak bermain di embung.

Dia membenarkan, embung tersebut baru satu tahun dibangun untuk mengkaver kebutuhan air bagi petani setempat.

Menurut Kin Abadi, salah satu warga Desa Karangasem, korban sedianya akan mengikuti lomba lari tingkat kabupaten pada Rabu (25/2/2015) ini.

“Kami tak menyangka, bocah berprestasi ini bakal pergi secepat itu,” katanya.

Siti Maesaroh merupakan anak kelima atau anak terakhir dari Sumadi.

Pemakaman jenazah korban sendiri dilakukan setelah salah satu kakaknya yang sedang bekerja di Jakarta pulang.

Tim medis Puskesmas Sulang menyatakan tak ada tanda bekas kekerasan di tubuh korban alias murni tenggelam.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan