Nurul Halwiyah juga Pernah Raih Medali Perunggu di Thailand dan Malaysia

Rabu, 26 Juni 2019 | 17:15 WIB

Potongan sertifikat penghargaan yang diterima oleh Nurul Halwiyah dari Malaysia Technology Expo 2018. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Nurul Halwiyah (22), peraih medali emas pada ajang Korea International Women’s Inventions Exposition 2019, ternyata punya prestasi bergengsi lain.

Remaja berasal dari Desa Pragen Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang ini juga pernah menyabet medali perunggu masing-masing di dua ajang berbeda di Malaysia dan Thailand.

“Di Malaysia pada 22-24 Februari 2018 dan Thailand pada Februari 2019,” katanya kepada mataairradio.com, Rabu (26/6/2019) siang.

Di Malaysia, ia mengangkat topik “River Water Purifier Using Electrocoagulation, Ozonation, and Double Filtration to Improve the River Water Quality in Indonesia”.

Mahasiswa semester akhir jurusan biologi Undip Semarang ini mengaku miris oleh tingkat sampah dan polusi yang ada di Indonesia, sehingga menimbulkan air sungai tercemar dan kotor.

“Perlu upaya pengolahan air sungai untuk proses penjernihan dengan dobel filtrasi dan ozonasi guna menghilangkan atau membunuh mikroba supaya layak dijadikan air bersih,” jelasnya.

Sementara di Thailand, remaja kelahiran 18 April 1997 mengemukakan “Optimizing the Wind Turbine Savonius Type-U of 2, 3, and 5 blades with Octagonal Tube Converter”.

“Latar belakangnya, kecepatan angin di Indonesia tergolong rendah, sehingga perlu ada upaya agar pemanfaatannya tetap bisa optimal,” ujar Sekretaris PAC IPPNU Pamotan ini.

Menurutnya, pemanfaatan energi angin dengan kombinasi savonius OTG lebih efektif karena mampu mengolah energi dari semua sisi. Jadi, savonius turbin bisa dimanfaatkan dimana saja.

“Kalau pakai geothermal, selain waktunya lama, eksplorasinya juga butuh dana besar. Jika pakai sel surya, biaya mahal tapi skalanya kecil,” terangnya.

Sebelumnya, diberitakan Halwiyah meraih medali emas di Korea atas penelitian dan inovasinya yang mengangkat topik genting tahan gempa berbahan limbah styrofoam dan jerami.

Saat ini, remaja alumnus SMA Negeri 1 Pamotan, masih berada di Korea, dan baru akan kembali tiba di Indonesia pada 28 Juni mendatang.

Selain prestasi level internasional, Al– sapaan akrabnya, juga beberapa kali menjadi semifinalis dan finalis pada sejumlah lomba karya tulis ilmiah mahasiswa tingkat nasional.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan