New Ganepa Jawara Festival Thong-thong Lek 2017

Friday, 23 June 2017 | 13:24 WIB

Festival musik penggugah sahur, thong-thong lek, di Kabupaten Rembang pada Selasa 20 Juni 2017. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kelompok musik penggugah sahur New Ganepa berasal dari Kelurahan Gegunung Kulon Kecamatan Rembang tampil sebagai jawara pada Festival Thong-thong Lek 2017 di Halaman Stadion Krida Rembang yang berakhir Kamis (22/6/2017) dini hari.

Dewan Juri festival juga memutuskan The Kanot berasal dari Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang sebagai runner-up dan Al Buser berasal dari Dukuh Grajen Desa Sumberjo kecamatan yang sama sebagai juara ketiga.

Juara harapan I, II, dan III masing-masing diraih secara berurutan oleh Lapendos Waru, Arjun Tanjungsari, dan KCK Bergoyak Belik Sumberjo.

Festival thong-thong lek di Kabupaten Rembang pada tahun ini diikuti oleh 18 kelompok atau enam grup lebih banyak dibandingkan dengan jumlah peserta kontes yang sama pada tahun 2016. Grup yang tahun lalu absen, kini ikut serta.

Para juara diberikan hadiah sesuai dengan yang dijanjikan oleh pihak penyelenggara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, sebelumnya.

Juara I, II, dan III berhak atas piala dan uang pembinaan dengan nominal secara urut Rp3,5 juta, Rp3 juta, dan Rp2,5 juta, sedangkan Harapan I, II, dan III berhak atas uang pembinaan yang sama yakni masing-masing Rp1,5 juta. Semua hadiah dipotong pajak enam persen.

Bupati Rembang Abdul Hafidz berharap, tradisi rutin menggelar festival musik penggugah sahur, thong-thong lek di bulan Ramadan ini, bisa menjadi media menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dalam konteks daerah, warga Rembang mesti bisa menjaga kerukunan yang selama ini sudah terpelihara. Rembang ini terdiri dari bermacam-macam etnis dan kelompok, jadi harus rukun ya. Rukun ya, ” ujar Bupati.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan