Netralitas Kades di Pilkada Rembang Jadi Sorotan

Monday, 12 October 2015 | 18:50 WIB
Kepala desa baru, dilantik oleh Bupati Rembang Moch Salim pada akhir tahun 2013. (Foto: Pujianto)

Pelantikan bupati di Kabupaten Rembang pada akhir tahun 2013. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Netralitas kepala desa pada ajang Pilkada 2015 Rembang menjadi sorotan publik. Hal itu setelah Kepala Desa Sumberjo Kecamatan Pamotan dianggap terlalu reaktif oleh kubu pasangan Hamzah Fatoni-Ridwan dalam menyikapi pertemuan di desanya.

Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto mengatakan, perbedaan perlakuan yang menjadi ukuran netralitas seorang kades akan bisa diketahui ketika ada kubu pasangan calon lain menggelar pertemuan yang sama.

“Jika berbeda perlakuan, maka patut diduga ada keberpihakan dari kades,” katanya.

Menurutnya, akan menjadi tidak masalah, jika kepala desa meminta diberitahu ketika ada pertemuan yang digelar di desanya. Namun hal yang sama mesti diminta dari tiap kubu pasangan calon.

“Semangat menanamkan etika itu perlu, tetapi jangan sampai tebang pilih,” tandasnya.

Totok menegaskan, pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap setiap ketidaknetralan. Hanya saja, sanksi terhadap kepala desa yang tidak netral, menjadi wewenang Bupati.

“Pjs Bupati Rembang Suko Mardiono pernah meminta kami untuk melaporkan kadesnya yang tidak netral,” katanya.

Dari kejadian pemukulan pendukung pasangan calon oleh pendukung pasangan calon lain di Desa Sumberjo Kecamatan Pamotan, Totok ingin agar tim kampanye mampu mengendalikan massa pendukung.

“Jika dilakukan pembiaran, tindakan anarkhistis akan merugikan diri sendiri dan calon yang didukung,” tandasnya.

Terhadap masyarakat selaku pendukung calon tertentu pun, agar tidak mendukung secara membabi buta. Apalagi sampai harus menyakiti fisik tetangga.

“Karena proses pilkada hanya setahun dan kampanye hanya tiga bulan, sedangkan hidup bertetangga berlaku seumur hidup,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberjo Purwanto mengaku tidak mendukung salah satu pihak pasangan calon. Kalau pun toh memilih salah satu pasangan kandidat kepala daerah, hal itu karena dirinya memiliki hak pilih.

“Saya tahu, kalau kades mesti netral dalam pilkada,” katanya.

Insiden dipertanyakannya izin pertemuan di kediaman Sulasdi olehnya sehingga ada buntut perselisihan antara salah satu warganya dengan Sulasdi yang juga warganya, murni menindaklanjuti aduan warga.

“Bukan soal berpihak,” tegasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan