Netizen Geram Ulah Ugal-ugalan Sopir Bus Sinar Mandiri

Senin, 5 Januari 2015 | 18:41 WIB
Akun Facebook Teteh Unie yang mengunggah surat terbuka sopir bus PO Sinar Mandiri. (Foto:Printscreen Facebook)

Akun Facebook Teteh Unie yang mengunggah surat terbuka sopir bus PO Sinar Mandiri. (Foto:Printscreen Facebook)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Netizen atau pengguna internet di jejaring sosial facebook geram dengan ulah sopir bus PO Sinar Mandiri yang kerap ugal-ugalan di jalan raya.

Salah satu netizen bahkan sampai mengunggah surat terbuka untuk para sopir dan kru bus Sinar Mandiri trayek Semarang-Surabaya.

Surat terbuka tersebut berkaitan dengan ulah ugal-ugalan sopir bus Sinar Mandiri, sehingga menabrak dan menewaskan seorang tentara dan satu orang warga sipil di Jalur Pantura Desa Tegalmulyo Kecamatan Kragan, Sabtu (3/1/2015) malam kemarin.

Akun Teteh Unie yang mengunggah surat terbuka itu juga berbagi pengalamannya terlempar dari kursi dalam bus, gara-gara sopir bus Sinar Mandiri nekat menyalip dengan kecepatan tinggi di tikungan.

Melalui akun facebooknya, Teteh Unie meminta SIM sopir bus semacam itu dicabut, kalau perlu dihukum.

“Jikalau sanksi pencabutan SIM ataupun hukuman tidak membuat kalian jera, mungkin sanksi dari Allah yang akan menegur kalian,” tulis Teteh Unie di akun pribadinya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Rembang Suyono membenarkan, sopir bus antarkota antarprovinsi sering melanggar tata tertib berlalu-lintas.

“Bahkan, saya kerap melihat sendiri, bus-bus itu nekat menerobos lampu setopan, dan seperti sudah hampir menjadi kebiasaan,” katanya.

Dia mengaku pernah melayangkan teguran ke pihak perusahaan otobus antarkota antarprovinsi dan di lokal Rembang pada enam bulan lalu, tetapi tidak digubris.

Senin (5/1/2015) pagi, pihak Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Rembang, untuk kembali melayangkan peringatan kedua kepada perusahaan otobus Sinar Mandiri.

“Peringatan akan kami kirim dalam waktu dekat,” katanya.

Soal usulan agar trayek bus Sinar Mandiri dibekukan sementara sebagai pembinaan, Kepala Dinas Perhubungan Rembang Suyono, mengaku akan sebatas berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Jawa Timur.

“Kami yakin, Jawa Timur pun ingin menjamin keselamatan pelalu-lintas di jalan raya,” tandasnya.

Di Rembang sendiri, pihaknya bersama polisi akan menerapkan sanksi tambahan dalam bentuk tilang, terhadap aksi ugal-ugalan sopir di jalan raya. Dia tak menampik, dulu sewaktu ditegur pertama, para sopir langsung patuh.

“Namun tidak lama kemudian, ulah ugal-ugalan sopir itu kembali kambuh,” imbuhnya.

Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Inspektur Satu Muhammad Ismail mempertimbangkan mencabut SIM milik Mafngul, warga Labuhan-Sluke, sopir bus Sinar Mandiri, yang menabrak dua orang hingga tewas pada kecelakaan di Pantura Tegalmulyo Kecamatan Kragan, Sabtu (3/1/2015) kemarin.

Polisi juga telah menetapkan Mafngul sebagai tersangka dan mengancamnya dengan pidana enam tahun penjara.

“Sampai dengan Senin (5/1/2015) ini, sopir masih kami tahan (di Makolantas Polres Rembang),” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan