Nelayan Rembang Tuntut Mundur Menteri Susi

Senin, 28 Maret 2016 | 16:23 WIB
Aksi teatrikal nelayan yang menuntut mundur Susi Pudjiastuti dari kursi Menteri Kelautan dan Perikanan. Massa membakar boneka sebagai simbol Susi. Aksi demonstrasi berlangsung tertib. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Aksi teatrikal nelayan yang menuntut mundur Susi Pudjiastuti dari kursi Menteri Kelautan dan Perikanan. Massa membakar boneka sebagai simbol Susi. Aksi demonstrasi berlangsung tertib. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Nelayan di Kabupaten Rembang menuntut mundur Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti karena dinilai menindas mereka setelah melarang penggunaan alat tangkap jenis cantrang.

Tuntutan tersebut disampaikan seribuan nelayan kabupaten ini saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Rembang, Senin (28/3/2016) pagi.

Massa yang sebelumnya berjalan kaki dari kawasan TPI Tasikagung juga menuntut Presiden RI Joko Widodo melengserkan menterinya itu.

Suyoto, koordinator aksi massa yang tergabung dalam Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit menilai Susi Pudjiastuti sebagai pejabat negara yang tidak mampu mengayomi rakyat.

“Tuntutan mundur terhadap Susi merupakan kesepakatan musyawarah nelayan Rembang pada 14 Maret lalu,” terangnya.

Pada aksi yang berlangsung selama dua jam sejak sekitar pukul 08.00 WIB, nelayan juga menyuarakan tuntutan agar Pemerintah mencabut Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 yang isinya antara lain melarang penggunaan cantrang.

Nelayan menilai, cantrang bukan pukat/trawl seperti yang dikategorikan oleh Menteri Susi. Apalagi menurut mereka, uji petik cantrang di Tegal tak membuktikan cantrang sebagai alat tangkap yang merusak lingkungan.

Massa mengancam melakukan aksi unjuk rasa dengan skala lebih besar di Jakarta, jika tuntutan mundur Susi dan pencabutan larangan cantrang tidak dipenuhi.

“Aksi itu akan digelar di saat peringatan Hari Nelayan Nasional pada 6 April mendatang,” bebernya.

Wakil Ketua DPRD Rembang Bisri Cholil Laquf yang menemui para pengunjuk rasa bersedia menyampaikan tuntutan nelayan itu kepada Presiden RI Joko Widodo secara langsung.

“Kami mendukung tuntutan nelayan tersebut,” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Rembang Joko Suprihadi yang juga turut menemui demonstran mengaku mendukung pula aspirasi nelayan. Jika cantrang dilarang, maka akan banyak warga Rembang yang jatuh miskin.

“Ribuan awak kapal dan buruh pabrik ikan dari cantrang akan banyak menganggur. Kemiskinan bertambah,” katanya.

Begitu selesai menyerahkan petisi tuntutan mundur Susi, massa membubarkan diri. Aksi unjuk rasa kali ini diikuti oleh kekuatan yang tidak sebanyak demonstrasi sebelumnya.

Suyoto mengakui hal itu karena banyak nelayan yang lebih memilih tetap melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan