Nelayan Rembang Tunda Melaut Setelah Pilgub

Minggu, 24 Juni 2018 | 11:45 WIB

Salah seorang nelayan mengecat ulang kapalnya di jeda libur melaut karena Lebaran dan Pilgub Jateng 2018. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Setelah libur Lebaran, sebagian nelayan di Rembang masih akan menunda melaut menangkap ikan.

Mereka baru akan pergi melaut setelah pemungutan suara pada Pilgub Jawa Tengah 27 Juni mendatang.

Jayadi, seorang nelayan asal Desa Gegunung Wetan Kecamatan Rembang mengaku akan melaut setelah mencoblos.

Menurutnya, Pilgub sangat penting untuk memilih pemimpin lima tahun mendatang.

“Apalagi, kami belum mendapat izin melaut dari pihak yang berwenang,” katanya.

Jayadi mengaku disarankan oleh pihak Pos TNI Angkatan Laut Rembang dan otoritas Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung untuk berpartisipasi pada Pilgub Jateng.

Sunoto, nelayan asal Desa Tasikagung Rembang juga mengaku baru akan berangkat melaut setelah mencoblos.

Harapannya, dengan mencoblos, dirinya bisa mendapatkan pemimpin yang baik, yang membela aspirasi nelayan.

“Yang procantrang,” katanya.

Sabtu (23/6/2018) ini hingga beberapa hari ke depan, ia akan mengisi waktu dengan melakukan perbaikan ringan pada kapal, termasuk mengecat ulang kapal agar tampak seperti baru.

Rofik Muammar, Kepala Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha di PPP Tasikagung membantah tidak memberi izin kelengkapan melaut bagi nelayan.

“Kami sudah siap melayani para nelayan sejak 21 Juni kemarin atau sejak hari pertama masuk kerja setelah libur dan cuti Lebaran,” katanya.

Namun ia mengakui, beberapa bos pemilik kapal memilih berangkat melaut setelah Pilgub, dengan alasan untuk berpartisipasi.

Sementara itu, berdasarkan pantauan, suasana di TPI Tasikagung masih terlihat lengang atau belum ada aktivitas pelelangan.

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan