Nelayan Rembang Merasa Dipersulit Akses Solar

Jumat, 30 Oktober 2015 | 17:55 WIB
Nelayan Lasem usai melaut mencari udang rebon, belum lama ini. (Foto: Pujianto)

Nelayan Lasem usai melaut mencari udang rebon, belum lama ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Nelayan di Kecamatan Rembang merasa dipersulit saat mengakses solar untuk melaut. Pasalnya mereka saat ini mesti mengurus rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat agar bisa membeli solar di SPBU.

Dartono, Ketua Kelompok Nelayan di Desa Sukoharjo Kecamatan Rembang, Jumat (30/10/2015) pagi mengatakan, untuk mengurus surat dari DKP, wajib ada rekomendasi dari desa. Rekomendasi itu pun hanya berlaku singkat, yakni satu bulan, sehingga mereka harus wira-wiri ke dinas.

“Untuk pembelian solar saja harus pakai rekomendasi. Kami minta, sebagai nelayan kecil, tolong jangan sampai pembelian solar ini, untuk buat surat keterangan atau ngurus rekomendasi dari DKP, dipersulit. Kayak dulu saja,” katanya.

Supar, Ketua Kelompok Nelayan Kecamatan Rembang juga merasa akses solar untuk melaut oleh nelayan kecil seolah dipersulit. Saat sekarang, mereka mesti mengurus dokumen pas kecil untuk bisa mendapatkan solar bersubsidi.

Ketika bercakap dengan mataairradio, Supar menyoal pula fungsi kartu nelayan. Nelayan asal Desa Pandean Kecamatan Rembang ini meminta agar mereka yang sudah jelas mengantongi kartu nelayan, untuk tidak lagi disyaratkan rekomendasi dari desa dan dinas untuk membeli solar.

“Dibilang repot ya repot. Harus bisa melayani mestinya. Permintaan kami, kartu nelayan difungsikan kembali. Ini kartu nggak ada fungsinya. Itu kalau sudah punya kartu nelayan, mestinya nggak usaha pakai rekomendasi segala,” harapnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang Suparman belum memberi balasan atas permintaan konfirmasi radio ini mengenai anggapan nelayan yang merasa dipersulit aksesnya untuk mendapat solar dan harapan agar kartu nelayan bisa menggantikan rekomendasi dari dinas.

Baik Dartono maupun Supar menyebutkan, dalam sehari saat melaut, mereka menghabiskan 2-10 liter solar, tergantung jarak daerah tangkap. Apalagi, selain sudah direpotkan dengan pengurusan rekomendasi, mereka juga dihadapkan pada lesunya hasil tangkapan akibat overfishing.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan